Showing posts with label Mutiara Iman. Show all posts
Showing posts with label Mutiara Iman. Show all posts

KERENDAHHATIAN UNTUK MELAYANI, MASIH MENJADI UJIAN.

Tak seorangpun Dia ijinkan terlahir tanpa talenta.
Tak seorangpun Dia tumbuhkan tanpa kemampuan.
Namun tak semua talenta & kemampuan sepenuhnya terhimpun dalam wadah orang percaya. Tak semua orang percaya memiliki alasan jelas dalam menyia-nyiakannya. Berbahagialah mereka yang dalam kerendahhatian menyadari kepercayaan berharga yang sorga berikan.
“Allah bukannya Allah yang tidak adil. Ia tidak melupakan apa yang kalian kerjakan bagi-Nya, dan kasih yang kalian tunjukkan kepada-Nya sewaktu menolong saudara-saudara seiman, dahulu dan sekarang.” (Ibr 6:10, BIS). Selamat Melayani.

Dalam Penjagaan-Nya

Kita memahami bahwa jawaban-Nya atas doa kita adalah “ya”, “belum”, dan “tidak”. Yang paling tidak kita harapkan dan mematahkan semangat kita adalah yang terakhir. Namun ketika kita tetap memiliki pengenalan yang mendalam akan Dia dan berada dalam keadaan “Jiwaku melekat kepada-Mu” (Maz 63:9a), maka kita justru akan makin mempercayai kehendak-Nya yang jauh lebih baik dari yang kita doakan. Dalam penantian kita akan hal terbaik dariNya itu, kita akan tetap berada dalam penjagaan-Nya karena “tangan kanan-Mu menopang aku” (Maz 63:9b).

Tak Sebatas “Tuhan itu Ada”

Dicantumkannya agama dalam kartu identitas kita menunjukkan bahwa kita percaya Tuhan itu ada. Namun seringkali kepercayaan kita memang hanya sebatas Tuhan itu ada. Itulah mengapa Tuhan yang tak terbatas menjadi terbatasi untuk berkarya sebagai pusat kehidupan yang menghidupkan hidup kita. Oleh karena itu libatkan Dia untuk berkuasa atas segala situasi dan di setiap detik aktifitas yang kita jalani. Jangan biarkan kita merasa segalanya telah runyam. “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.” (Maz 62:2).

Sekalipun Tak Ada Dasar untuk Berharap

Saat menghadapi kebuntuan, sering kita tergoda untuk memperkirakan cara yang akan Tuhan pakai untuk menolong kita. Seriusnya persoalan menjadikan kita memperhitungkan bahwa Tuhanpun tidak akan memiliki peluang untuk bertindak. Itulah kelemahan kita karena tidak memahami cara kerja Tuhan yang tak selalu bisa kita lihat. "Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya" (Rom 4:18}.

Mengingatkan Dia Supaya Tetap Ingat Janjinya

“Ingatlah firman yang Kaukatakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap.” (Maz 119:49), Begitu besar pengharapan pemazmur akan janji pertolongan Tuhan sehingga ia mengingatkan Dia supaya tetap ingat janjiNya. Pengharapan dan keyakinan yang sama besarnya tetap harus kita pelihara dan tujukan kepadaNya untuk mendatangkan pertolongan dariNya. Oleh sebab itu, milikilah iman yang sama dengan seorang perempuan yang memiliki iman dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Mat 9:21)  

Semua Doa Terjawab

Jangan lekas percaya bahwa tidak semua doa dijawab Tuhan. Jawaban-Nya sering jauh lebih bermanfaat dari yang kita minta. Ketika Paulus minta kesembuhan. yang ia peroleh adlh perubahan karakter yaitu kerendahan hati untuk merendahkan diri. Jika ia tidak memiliki kerendahan hati mana mungkin ia merasa layak untuk bermegah dalam Tuhan karena menjadi orang yang dipakai-Nya untuk memberkati banyak jemaat. “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. (2Kor 12:7). "Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?” (Maz 56:9)

Masih Ada Tuhan


”Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah! Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya”. (Lukas 7:14-15):

Peristiwa matinya anak tunggal lakii-laki dari seorang janda sudah terjadi. Kesedihan menghinggapi hati wanita itu . Masalah atau persoalan hidup itu sudah terjadi. Manusia itu hidup untuk menghindarkan diri dari kematian, namun anak itu tidak bisa menghindar. Bersyukur bahwa Tuhan Yesus memiliki hati yang mudah tergerak oleh belas kasihan. Ia sanggup memberi jalan keluar atas permasalahan keluarga yang berduka ini, bahkan ketika permasalahan itu sudah memuncak. Yesus mempertimbangkan bahwa anak itu masih perlu hidup beberapa tahun lagi supaya ibunya tidak larut dalam kedukaan.

Kalau Yesus bisa membangunkan orang mati berarti Ia bisa melakukan apa saja, kepada siapa saja, hingga hari ini. Di luar sana, orang sudah menganggap Tuhan itu tidak ada. Mereka membunuh Tuhan dengan pikiranNya. Mereka tidak sadar  bahwa sesungguhnya merekalah yang patut dikasihani. Berbahagialah mereka yang mempercayai kasih dan kuasa Yesus bagi hidupnya. Sadarilah bahwa Yesus sedang mempertimbangkan hal baik dan saat yang baik untuk diberikan kepada kita dan dilakukan untuk kita.

Mujizat


Mereka berkata terhadap Allah: "Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun? - Mazmur 78:19

Beberapa waktu yang lalu saya melihat film lama, Ten Commandments, cerita tentang pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Saat melihat visualisasi dari cerita-cerita Alkitab itu, saya bisa bayangkan betapa dahsyat mujijat demi mujijat yang Tuhan lakukan di depan mata bangsa Israel. Betapa tidak? Sepuluh tulah terjadi, dan yang lebih luar biasa lagi, mata mereka melihat tongkat Musa membelah laut Kolsom! Tak berapa lama kemudian mata mereka juga melihat tentara Mesir dikubur hidup-hidup di laut itu juga.
Tuhan sudah membuat banyak mujijat di depan bangsa Israel, namun yang mengherankan adalah melihat kenyataan bahwa mereka tetap saja meragukan Tuhan. Mereka protes dan marah-marah saat tidak ada air. Mereka mengancam akan kembali ke Mesir saat tidak mendapatkan makanan. Mereka meragukan Tuhan. Menurut saya ini pola pikir mereka ini cukup aneh, jika Tuhan dengan mudah bisa membelah Laut Kolsom, masakan Tuhan yang sama tak bisa menyediakan air dan makanan bagi mereka?
Saya mentertawakan cara berpikir bangsa Israel yang bodoh, tapi sesungguhnya saya juga sering melakukan hal itu. Saya tahu bahwa Tuhan sudah melakukan mujijat demi mujijat yang sangat luar biasa dalam hidup saya. Namun giliran saya menemui sedikit masalah dalam hidup saya, kadangkala saya meragukan pertolongan Tuhan. Saya tergoda untuk berpikir, apakah Tuhan bisa menolong dari masalah yang sedemikian kompleks?

Apakah Anda juga mengalami hal ini? Tak seharusnya kita meragukan pertolongan Tuhan, sebab sampai hari ini mujijatNya terus terjadi. Jika Tuhan bisa menyembuhkan orang yang hampir mati bahkan membangkitkan orang yang sudah mati, masakan Tuhan yang sama tak bisa menyembuhkan kita? Jika Tuhan bisa memberkati nelayan sederhana macam Petrus dengan tangkapan yang sangat banyak, masakan Tuhan yang sama tak bisa memberkati usaha kita? Jika Tuhan bisa membawa orang sulit macam Zakheus untuk bertobat, masakan Ia tak bisa melakukannya untuk keluarga kita? Masalahnya hanya satu, kita seringkali meragukannya. Jika saja kita hidup bukan dengan apa yang kita lihat, tetapi dengan apa yang kita percayai, maka kita akan melihat mujijat demi mujijat terjadi.

Sumber:
http://www.renungan-spirit.com/renungan-kristen.html

Ingin Mengalami Mujizat? Datang Kepada Tuhan!


Renungan Harian Air Hidup, edisi 8 Maret 2013
Baca:  Mazmur 77:1-21

"Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala."
  Mazmur 77:12

Mujizat-mujizat yang tertulis di dalam Alkitab bukanlah cerita fiksi pengantar tidur, tapi merupakan kisah nyata sebagai bukti bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang ajaib dan berkuasa.  Mengapa Alkitab mencatat tiap-tiap kejadian secara detil?  Supaya kita makin kuat dan teguh di dalam Tuhan.  Mungkin ada yang berkata,  "Ah, itu
kan terjadi di masa lalu dan tak mungkin terulang, karena zaman sudah berubah!"  Penulis tegaskan:  dunia ini boleh saja berubah, tapi kuasa Tuhan tidak pernah berubah, kekal untuk selama-lamanya.  "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."  (Matius 24:35)  dan   "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."  (Ibrani 13:8).  Meski dunia penuh goncangan, kita orang percaya,  "...menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut."  (Ibrani 12:28)

Contoh mujizat di masa lampau tertulis dalam 2 Raja-Raja 4:1-7.  Kisah seorang janda miskin yang sedang mengalami persoalan berat:  berutang banyak, menghadapi penagih utang dan anaknya hendak diambil sebagai jaminan.  Dalam keadaan terjepit mengadulah ia kepada Elisa, nabi yang mendapat pengurapan dua kali lipat.  Tanya Elisa,  "Apa yang kau punya?"  Janda itu menjawab ia hanya punya sedikit minyak dalam buli-buli.  Lalu Elisa memerintahkan janda itu untuk mengumpulkan bejana kosong sebanyak-banyaknya, sampai ia harus meminjam kepada tetangganya.  Apa yang terjadi?  Waktu minyak itu dituang, minyak itu mengalir terus-menerus sampai seluruh bejana kosong terisi penuh, hingga janda itu dapat membayar seluruh utangnya.


Saat dalam pergumulan berat, janda itu datang ke alamat yang tepat  (nabi Tuhan), bukan mencari  'alamat palsu', artinya mencari Tuhan dan berseru kepadaNya.  Saat diperintahkan mengumpulkan bejana-bejana kosong, janda ini pun taat.  Inilah iman yang hidup yaitu iman yang disertai perbuatan.  Akhirnya ia pun mengalami mujizat luar biasa!

ASAL TIDAK BIMBANG

"Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?”’ (Yer 32:27)

Ketika kita sedang menghadapi sesuatu yang nampaknya tidak mungkin untuk kita atasi, milikilah iman karena tiada yang mustahil ketika Allah di pihak kita.   Bukankah firman Tuhan mengatakan “Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia “? (1Yoh 4:4)

Oleh karena itu jangan menyerah ketika menghadapi apa yang nampaknya mustahil karena kita percaya muzijat itu masih ada dan masih berlangsung.

Ingatlah juga apa yang Yesus ucapkan "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.  Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Mrk 11:23-24).

Akhirnya, ketika suatu saat kita terjebak dalam perasaan bahwa sesuatu tidak mungkin terjadi; ingatlah firman Tuhan ini “Berdirilah dengan teguh dalam iman! (1Kor 16:13).   Jika kehendak Tuhan meliputi kita, apapun bisa terjadi!

Pastor Allen

Dijagai-Nya Yang Teguh Dan Yang Percaya


“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” (Wah 2:4)


Banyak carut marut kehidupan diakibatkan oleh hilangnya cinta mula-mula, diawali dengan meninggalkan cinta kepada Tuhan diikuti oleh hilangnya cinta kepada sesama. Betapa hebat daya rusak dari hilangnya cinta mula-mula.


Ketika kita mengasihi Dia dengan cinta mula-mula, kita akan terus mempercayai campur tangan Dia dalam kehidupan kita. Terpeliharanya cinta mula-mula memungkinkan terpeliharanya iman dari rongrongan persoalan hidup. Ketika kita mengasihi Dia dengan cinta mula-mula kita akan memelihara iman dan melakukan perbuatan iman yang ajeg, bersikap dan bertindak seperti yang dikehendaki oleh Dia yang kita kasihi. Sebaliknya, Meninggalkan kasih mula-mula berakibat pada :kegersangan, kehampaan, kekeringan rohani, ketakutan, kekejaman dsb. Meninggalkan cinta mula-mula berarti menghilangkan kasih yang pernah kita berikan kepada-Nya dan berarti berhentinya kita dari mengandalkan Dia sebagai Penolong kita. Tanpa cinta mula-mula tak akan ada lagi rasa sungkan dan hormat kita kepada-Nya. Cinta mula-mula dimungkinkan tinggal sebagai kenangan yang pernah kita miliki. Ketika hal itu terjadi maka penyembahan dan pelayanan kita hanya akan menjadi rutinitas yang monoton, begitu-begitu saja, hanya sebagai kepatutan agamawi.


Kalau akibat dari hilangnya cinta mula-mula adalah kerunyaman, sebaliknya buah dari terpeliharanya cinta mula-mula “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.” (Yes 26:3)


Berbahagialah yang teguh mempercayai Tuhan, yang mengasihi Tuhan dan berbahagialah yang teguh dalam melayani Tuhan. 


Akhirnya,


Landasilah dengan kasih jerih payahmu dan ketekunanmuLandasilah dengan kasih ketidaksabaranmu terhadap orang-orang jahatLandasilah dengan kasih kesabaranmu karena nama-Nya ;Landasilah dengan kasih jerih-lelahmu dalam melayani-Nya. 

Persungutan, Kecemberutan & Kekecutan hati


Salah satu alasan mengapa kita mengeluh adalah karena kita merasa tidak memperoleh yang kita harapkan atau justru karena mendapatkan yang tidak kita harapkan. Namun ada saatnya yang terjadi dalam kehidupan adalah yang tidak bisa kita hindari. Itulah yang menimbulkan persungutan, kecemberutan serta kekecutan hati. Semua itu berpengaruh pada penampilan keluar jasmaniah kita maupun ketergerusan batiniah kita. Pilihan yang tepat untuk masalah tersebut tidak lain adalah mengenyahkan keluhan, karena di luar itu bukan pilihan. Yang mendasari dari tidak adanya alasan untuk mengeluh adalah bahwa  “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu” (Maz. 34-20).  Persungutan tidak merubah keadaan. Sebaliknya “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amz  17:22).

Kalau “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Rom 8:28), maka kebaikan yang akan Ia datangkan akan lebih mudah terjadi saat kita memelihara hati yang bersyukur dan mempercayai kesetiaan dan pemeliharaan-Nya. -Yanrose

KERENDAHAN HATI DI MASA SULIT


“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”
(Yak 4:10)

Kadangkala kita mengalami perasaan tertekan karena berbagai peristiwa dalam kehidupan.  Perasaan ini juga dialami rasul Paulus ketika ia mengatakan “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” (2Kor 4:8-9).


Ketika kita mengalami hal yang sama ingatlah apa yang diucapkan Raja Daud saat ia menulis “Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.” (Maz 138:7).


Oleh karena itu kita tidak perlu patah semangat dalam menghadapi setiap kesulitan. Ketika rasul Paulus merasakan tekanan hidup ia memiliki ketegaran yang mana kitapun diharapkan memiliki ketegaran yang sama. “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.  Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.  Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” (2Kor 4:16-18).

Akhirnya, “rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1Pet 5:6-7).

Pastor Allen

Ketika Terbentang “Penyeberangan Yang Mendebarkan”


“kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." (Yos 1:0)
Kapanpun Anda mengalami ketakutan, ketahuilah bahwa  “TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."  (Ul 31:8)
Yang terjadi ketika ketakutan tiba kita cenderung membesar-besarkan masalah melalui alam pikiran kita. Ingatlah bahwa kekhawatiran adalah kebalikan dari iman.
Tuhan telah berjanji bahwa “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau”.  (Yes 43:2). Ayat ini merujuk pada anak-anak-Nya yang menyeberangi Laut Merah dan juga perlindungan yang Ia berikan kepada Sadrakh, Mesakh Abednego di tungku api yang membara. Kedua peristiwa tersebut merupakan contoh tentang bagaimana Allah telah menolong anak-anak-Nya di masa lalu.
Oleh karena itu Raja dengan tegas mengucapkan “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. ". (Maz 23:4).
Jadi, ketika terbentang di hadapan kita “penyeberangan yang mendebarkan”, ketahuilah bahwa Tuhan akan menolong Anda karena di masa lalu Ia telah melakukannya bagi anak-anak-Nya. Akhirnya anda juga bisa dengan penuh kepastian mengucapkan “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Maz 27:1)
Pastor Allen 

Rest in the Lord


Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; … (Maz 37:7)

Di kehidupan dunia masa kini, kesabaran adalah sesuatu yang susah ditemukan. Kita sudah terbiasa dengan sesuatu yang instan dalam segala hal, mulai dari cara menghidangkan makan sampai cara berkirim surat. Kesabaran sejati telah menjadi suatu seni yang hilang di hari-hari ini.
Penting bagi kita untuk mengingat bahwa kesabaran adalah suatu kebajikan. Jadi, apapun yang Anda usahakan untuk Anda capai, laksanakanlah dengan kerja keras dan kesabaran karena pencapaian sejati tidak terjadi secara mudah atau secara instan. “ agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.” (Ibr 6:12). Oleh sebab itu tanamkan iman Anda dalam Tuhan, bekerja keraslah dan milikilah kesabaran


-Pastor Allen

Ia Tidak ijinkan Bahtera Hidup Anda Karam


TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? (Maz 118:6)

Kita semua sering mengalami kesulitan hidup dari waktu ke waktu. Kesulitan itu terjadi saat kita berurusan dengan orang atau ketika kita menghadapi situasi yang membuat kita patah semangat. Sering kali kesulitan-kesulitan itu bahkan memuncak pada titik batas kekuatan kita. Di situlah kita merasa tidak dapat berbuat apa-apa lagi.

Nah, kalau semua itu terjadi, ingatlah bahwa Firman Tuhan mengatakan “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Fil 4:13). Oleh karena itu, ketika Anda diperhadapkan pada sesuatu yang terasa sulit, mengapa tidak minta tolong kepada Tuhan? Bukankan tertulis dalam Alkitab “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.?" (Lukas 1:37). Ingatlah bahwa dengan pertolongan Tuhan, Nuh membangun bahtera sedangkan para profesional membangunTitanic yang akhirnya karam.

Jangan pernah merasa berkecil hati ketika Anda memiliki kuasa dahsyat Allah di pihak Anda. Apapun kesulitan Anda, entah besar atau kecil, tidak akan mampu menandingi kuasa-Nya! Akhirnya, hadapilah setiap permasalahan dengan dengan keyakinan bahwa Tuhan akan menolong Anda. Amen.

Pastor Allen

Rest in the Lord

Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; … (Maz 37:7)
Di kehidupan dunia masa kini, kesabaran adalah sesuatu yang susah ditemukan. Kita sudah terbiasa dengan sesuatu yang instan dalam segala hal, mulai dari cara menghidangkan makan sampai cara berkirim surat. Kesabaran sejati telah menjadi suatu seni yang hilang di hari-hari ini.
Penting bagi kita untuk mengingat bahwa kesabaran adalah suatu kebajikan. Jadi, apapun yang Anda usahakan untuk Anda capai, laksanakanlah dengan kerja keras dan kesabaran karena pencapaian sejati tidak terjadi secara mudah atau secara instan. “ agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.” (Ibr 6:12). Oleh sebab itu tanamkan iman Anda dalam Tuhan, bekerja keraslah dan milikilah kesabaran
-Pastor Allen

Ketika Ia Leluasa Mendampingi Kita


Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."  (Yoh 20:29).

Tanpa melihat namun tetap percaya adalah hakekat iman Kristen. Menjadi orang Kristen berarti kita harus  “hidup karena percaya, bukan karena melihat.” (2Kor 5:7).

Berjalan dengan iman adalah mempercayai dengan sepenuh hati, pikiran dan jiwa sehingga Tuhan leluasa menuntun dan melindungi kita. Hidup dengan iman juga berarti percaya bahwa Dia ada di sana untuk menghibur, memberkati, dan mengasihi kita.

Iman menjadikan kita mempercayai bahwa segala sesuatu yang terjadi bukanlah kebetulan “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.” (Ibr. 11:3).

Kita tidak bisa melihat Allah berdiri di pojok jalan sambil menepuk bahu orang atau menyembuhkan orang sakit di sana. Namun orang yang beriman mempercayai bahwa Ia ada di sana dan sedang melakukan penyembuhan.

Oleh karena itu janganlah kita seperti Tomas yang ragu-ragu. Sadarilah bahwa Yesus ada bersama kita dan menyertai kita. Sungguh membahagiakan ketika kita yakin bahwa hidup kita ada di tangan yang benar yang memimpin kita. Ketika kita mempercayai Dia dengan sepenuhnya berarti kita member kesempatan kepada-Nya untuk leluasa mendampingi kita.

Pastor Allen

Ada yang Lebih Pantas yang akan Dia Berikan


“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”(Luk 11:9-10)

Ayat tersebut di atas tidak mengandung pengertian bahwa apapun yang kita minta akan diberikan kepada kita, namun berarti bahwa jika yang kita minta adalah sesuai dengan kehendak Tuhan maka doa kita akan menjadi kenyataan. Bisa jadi yang kita minta justru akan menyakiti kita pada akhirnya karena kita tidak mengetahui tentang apa yang terjadi di masa depan.

Jadi saat Anda berdoa jangan takut untuk meminta kepada Tuhan sesuatu yang Anda ingini dan yang baik menurut pandangan Tuhan. Tuhan kita pernah berkata “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan  mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu” (Yer 29:12-13)

Juga jangan mengira bahwa Tuhan telah meninggalkan Anda jika saat doa belum terjawab seperti yang diharapkan.  Dalam keadaan seperti itupun Anda harus mengingat doa yang pernah Anda naikkan dan berkatalah "Terima kasih, Tuhan karena Engkau  tidak menjawab doa yang itu! Ada yang Lebih Pantas yang akan Dia Berikan"

Jadi, jangan pernah kehilangan harapan setiap kali Anda berdoa karena firman Tuhan mengatakan “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yak 5:16), Akhirnya, Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.  (1Tes 5:17-18)

Pastor Allen

Memanggil NamaKu



Tahukah anda arti dari  “Memanggil Nama Tuhan” ? Untuk kebanyakan orang , memanggil  nama Tuhan  merupakan suatu  bentuk  ucapan popular – “Oh Tuhan”  ini  atau “Oh Tuhan” itu  yang diungkapkannya dalam situasi yang sulit dan penuh frustrasi . Tuhan tidak menghendaki anak-anaknya menjadi begitu sombong dalam menggunakannama-Nya, tetapi yang dikehendakinya adalah  menerima Dia dan menggunakan nama-Nya dengan penuh keseriusan.

Bahasa Ibrani untuk kata  “memanggil” mengandung pengertian bahwa kata ini ditujukan kepada  pribadi yang spesifik dan dengan permohonan yang spesifik pula. Jarang bahwa nama Allah digunakan dengan cara gaduh dan serampangan. Kenyataannya orang-orang suci dalam Perjanjian Lama memanggil nama Tuhan  dengan tindakan yang sangat hormat didorong oleh pertolongan dari Tuhan Yehovah, nama yang tidak boleh diucapkan dengan sembarangan dan kasar.

Pemanggilan nama Allah diawali dari apa yang dicatat dalam Kejadian 4:26, yaitu setelah anak Set, Enos lahir, “sejak saat itu manusia mulai memanggil nama Allah”. Hingga pada saat ini manusia melakukan pengorbanan dalam menyembah Dia, tetapi tidak meminta apa-apa dari pada-Nya.

Situasi ini menandakan adanya suatu konsep baru dalam komunikasi dengan Allah Sang Pencipta;  “Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya” (Maz 34:7).   “Dalam kesesakan engkau berseru , maka Aku meluputkan engkau ; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur” (81:8) ; “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui ; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.”  (Yes 55:6)

Berseru memohon pertolongan tidaklah asing untuk kita. Dalam bagian lain, kita dianjurkan untuk mengakui ketidakmampuan kita  dan memohon untuk meminta pertolongan.  Dalam wilayah yang menyangkut  masalah  rohani, dilemma yang terbesar datang saat pengambilan keputusan adalah siapa yang akan dimintai pertolongan.

Ajaran dan filosofi  “New Age” menyatakan bahwa manusia terdorong untuk  berseru pada  “allah sesuai dengan yang kita kenal berupa dewa atau dewi” atau berseru  kepada kekuasaan yang lebih tinggi”.  Alkitab dengan gamblang dan jelas menyatakan bahwa hanya ada satu Sumber yang  melegitimasikan pertolongan , - Allah Tuhan langit dan bumi . Tentunya dengan  alasan yang jelas mengapa hal itu sangat spesifik.

Beberapa waktu lalu saya menyaksikan  suatu interviu pribadi di televisi yang menunjukkan bahwa pola hidup tidak lagi mengindikasikan bahwa yang diwawancarai itu mengenal atau melayani Tuhan. Ketika suatu tabloid tertentu mencetak kisah yang  memfitnah wanita tersebut beserta suaminya. Mereka menyatakan untuk menyerahkan seluruh situasi mereka kepada  “kekuasaan yang lebih tinggi”. Sebagai akibatnya keesokan hari seseorang datang ke rumah mereka dengan segudang tuntutan terhadap tabloid tersebut untuk menggugat pemiliknya dengan “berjuta juta dollar.”  Orang yang tidak mengajukan tuntutan sesuai dengan Firman Tuhan, mengatakan bahwa ia  memilih untuk berharap pada “tuhan  sebagaimana yang diketahuinya, dan akan mendapatkan jawaban jika ia memanggil namanya.  Tetapi siapa yang menjawab? Sahabatku, kita sedang hidup dalam situasi yang berbahaya. Allah maha besar  dari alam semesta mengundang: “Berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui.”  (Yer 33:3).
Apa lagi yang kita butuhkan?!.Jan Silvious
BeritaMimbar/Pulpit Helps./Okt. 05/. p13