Showing posts with label Ilustrasi. Show all posts
Showing posts with label Ilustrasi. Show all posts

MINYAK KEBAIKAN

ILUSTRASI

Ada seorang laki-laki tua yang kemanapun ia pergi selalu membawah kaleng kecil berisi minyak. Jika ia melewati sebuah pintu yang berderit, ia mengolesi engsel-engselnya dengan sedikit minyak. Jika sebuah pintu gerbang yang sulit dibuka, ia meminyaki engselnya. Demikian ia melewatkan hidupnya dengan meminyaki semua tempat yang sukar dan membuatnya menjadi lebih mudah bagi mereka yang datang setelah dia. Orang menyebutnya eksentrik, aneh, menjengkelkan, dan nama-nama lain sejenis itu. Tetapi laki-laki tua itu terus saja, mengisi kembali kalengnya dengan minyak kalau sudah mulai kosong dan meminyaki tempat-tempat yang sukar dibuka jika ditemukannya. Ia tidak menunggu hingga ia menemukan sebuah pintu yang berbunyi keriat-keriut atau engsel yang karat, baru pulang ke rumah untuk mengambil minyaknya, tapi ia membawa minyak itu di dalam kaleng bersama-samanya. Ada banyak kehidupan yang berkeriat-keriut dan diperlakukan dengan kasar hari demi hari. Mereka butuh lumasan dengan minyak kebaikan, kelembutan atau perhatian. Kaleng minyak itu terutama merupakan salah satu hal yang memberi ciri kepada kepercayaan Kristiani. Kaleng minyak serupa itu yang Yakobus inginkan kita bawa sepanjang waktu. (Majalah Berita Mimbar)

KONTROL LIDAH

Suatu saat seorang anak muda datang kepada filsuf besar Sokrates untuk minta dilatih kefasihan berpidato. Pada saat anak muda itu memperkenalkan diri, dia mulai berbicara. Beberapa saat berlangsung kata-katanya mengalir deras tak terputus-putus. Ketika Sokrates mendapatkan giliran, ia berkata, “Anak muda, saya akan menarik ongkos ganda kepadamu.” “Ongkos ganda, mengapa begitu?” Tanya murid itu. Guru menjawab,  “Saya akan mengajari engkau dua ilmu pengetahuan. Pertama, bagaimana mengendalikan lidah anda, dan kemudian, yang kedua, bagaimana mempergunakannya.” Apakah kedua hal tersebut merupakan seni yang harus dipelajari, terutama bagi orang Percaya. 

(Majalah Berita Mimbar)


HAMBA YANG RELA

Selama masa ketika perdagangan budak masih tetap  dipraktekkan di beberapa tempat di selatan,  seorang anak muda yang gagah dilelang.  Penawaran semakin menarik.  Akhirnya,  seseorang dari Ingris memenangkan lelangan itu.  Hamba muda itu lalu mencaci dia,  “Ha,  anda membeli seorang budak ketika perbudakan di Inggris telah dihapus.”  Namun,  si pembeli menjawab,  “Saya membeli kamu untuk membebaskanmu.  “Hamba muda itu tersentuh perasaannya.  Ia berkata lagi, “Saya rela menjadi hamba tuan untuk selamanya.


(Majalah Berita Mimbar)


DEFINISI UANG

Suatu ketika sebuah surat kabar di London menawarkan hadiah bagi pemenang sayembara yang bisa mendefinisikan secara paling baik tentang uang.   Hadiah itu kemudian diberikan kepada seorang anak muda yang mendefenisikan uang sebagai berikut:  “Uang adalah suatu barang yang bisa dipergunakan sebagai passport universal untuk pergi kemana saja, kecuali ke sorga dan dapat digunakan untuk membeli segala sesuatu, kecuali membeli kebahagiaan.
                                                  
-Majalah Berita Mimbar


PENGEMIS DAN PEMBERI

Sir Walter Raleigh dengan tak putus-putusnya mengajukan permohonan kepada ratu Elizabeth demi kepentingan orang hukuman.  Suatu kali ratu berkata kepadanya:  “Sir Walter,  kapan anda akan berani menjadi pengemis?

“Jika yang mulia berhenti menjadi pemberi,  “jawab Sir Walter Raleigh.  Suatu jawaban yang bijaksana.  Oh betapa mengherenkan untuk mengetahui bahwa Allah adalah sumber berkat yang tak pernah habis!

(Majalah Berita Mimbar)

KISAH SEGELAS SUSU

Adalah anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak punya uang. Dia nekad mengetuk pintu sebuah rumah untuk minta makanan. Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorang gadis muda. Dia urung minta makanan, dan hanya minta segelas air.Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu. “Berapa harga segelas susu ini?” tanya anak lelaki itu.“Ibu mengajarkan kepada saya, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami,” jawab si gadis.“Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam… ” balas anak lelaki setelah menenggak habis susu tersebut.Belasan tahun berlalu…Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa, tapi didiagnosa punya sakit kronis. Dokter di kota kecilnya angkat tangan. Gadis malang itu pun dibawa ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis.

Dokter Howard Kelly dipanggil untuk memeriksa. Saat mendengar nama kota asal wanita itu, terbersit pancaran aneh di mata sang dokter Bergegas ia turun dari kantornya menuju kamar wanita tersebut. Dia langsung mengenali wanita itu. Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu berhasil disembuhkan. Wanita itu pun menerima amplop tagihan Rumah Sakit. Wajahnya pucat ketakutan, karena dia tak akan mampu bayar, meski dicicil seumur hidup sekalipun. Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan di pojok atas tagihan…“Telah dibayar lunas dengan segelas susu …” Tertanda, dr. Howard Kelly.

(dr. Howard Kelly adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut. Cerita disadur dr buku pengalaman dr. Howard dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, AS)
Begitulah …

Jendela Dunia Baru

Beberapa tahun yang lalu, saya tinggal disebuah bangunan apartemen tempat tinggal saya. Saya bisa memandang melampaui lorong antara dua bangunan apartemen ke arah apartemen sebelah yang sama lantainya dengan saya. Di situ tinggal seorang wanita, yang tidak saya kenal, sekalipun saya bisa melihat begitu ia duduk di dekat jendela setiap sore untuk merajut atau membaca.Setelah beberapa bulan berlalu, saya mulai mendapati jendala itu nampak kotor. Segala sesuatu telah kabur karena corengan. Saya berkata kepada diri sendiri, “heran, mengapa wanita itu tidak membersihkan jendela apartemennya?Jendela itu kelihatan mengerikan!”

Pada suatu pagi yang cerah, saya memutuskan untuk membersihkan apartemen saya sesuai dengan kebiasaan tahunan. Juga saya mencuci kaca jendela bagian dalam.Pada petang hari, setelah semua rampung, saya duduk dekat jendala dengan secangkir kopi pelepas lelah. Saya terkejut. Di sebelah sana, wanita itu terlihat duduk dekat jendela seperti biasanya. Saya bisa melihatnya dengan jelas. Jendela apartemennya bersih!Kenyataan itu menyedarkan saya. Saya mengeritik jendelanya yang kotor, tetapi saya memandang lewat jendela saya sendiri yang kotor!Hal itu benar-benar pelajaran yang obyektif. Betapa sering saya melihat, dan mengeritik orang lain melalui selubung kedunguan saya sendiri, melalui kabut kekurangan saya sendiri.

Sejak itu, setiap kali saya tergoda untuk menghakimi orang, terlebih dahulu saya bertanya kepada diri saya sendiri, “Apakah saya melihat kepadanya melalui jendela saya sendiri yang kotor ?” Kemudian saya mencoba menggosok, memoles jendela dunia saya sendiri supaya saya dapat melihat dunia luar dengan lebih jelas. Dan tahukah Anda? Cara itu terbukti ampuh. ( Ruth E Knowlon, Majalah Berita Mimbar)

Bekerja dan Berdoa


Suatu ketika ketika serombongan wisatawan sedang menikmati liburan dengan berperahu di suatu telaga di Skolandia, tiba-tiba hujan badai turun dan mengancam keselamatan mereka. Saat kesulitan nampak benar-benar mengancam, salah seorang di antara wisatawan, yang berbadan paling besar dan paling kuat, dalam keadaan takut berkata, “Mari kita berdoa." Namun pak tua si tukang perahu menyahut, "Tidak, Tidak Tuan. Biar yang badannya kecil saja yang berdoa. Anda pegang saja dayungnya dan ikut mendayung."
Majalah Berita Mimbar

Kasih Persaudaraan


Seorang pengajar sedang mengajarkan kebenaran di pelajaran kelas Alkitab anak. Dia bertanya kepada mereka, “Jika saya kebetulan melihat orang sedang memukuli seekor keledai dan saya menghentikan dia, kebenaran apa yang sedang saya tunjukkan?” Suara lirih dari salah seoarang murid menjawab, “Kasih Persaudaraan."

Majalah Berita Mimbar

Ilustrasi


LETAKKAN BEBAN ANDA

            
Suatu ketika ada seorang wanita hendak bepergian. Wanita itu dikenal sebagai orang yang selalu khawatir. Ia membawa sebuah keranjang yang nampaknya cukup berat saat menaiki tangga kereta. Setelah mendapatkan tempat duduk, ia masih saja menjinjing keranjang yang dibawanya. Seorang penumpang lain menoleh kepadanya danm berkata, “Bu, letakan saja keranjang Ibu di kolong tempat duduk. Kereta inilah yang akan membawa beban Ibu, sekaligus mengantarkan Ibu sampai ke tujuan.”



PENYIKSAAN KEKAL

Seorang pendeta berkhotbah mengenai penyiksaan kekal. Hari berikutnya,  seorang pemuda datang menemui dia untuk berdebat tentang apa yang ia pernah dengar dari khotbah pendeta. Ia berkata kepada pendeta, “Saya percaya bahwa ada perbedaan antara apa yang Anda percayai mengenai penyiksaan kekal. Sekarang saya datang untuk mencari titik temu untuk perbedaan pendapat kita.”

Pendetapun berpikir sejenak. Kemudian berkata kepada pemuda itu. “Tidak ada perbedaan pendapat antara Anda dengan saya. Jika anda membuka Matius 25:46 maka anda akan menemukan bahwa Anda sedang membantah Tuhan Yesus. Maka dari itu saya sarankan supaya secepatnya Anda pergi untuk menyelesaikan perbedaan pendapat antara Anda dan Dia. (”Majalah Berita Mimbar)

 SAMA SAMA KEPALA BATU

Dalam suatu perselisihan rumah tangga terjadilah perdebatan memuncak:
Istri:   Mengapa kamu tidak lagi mau melakukan apa yang sudah kita sepakati
          sehingga rumah tangga kita makin berantakan. Aku kecewa kamu tidak melakukan apa yang  aku harapkan.
Suami:Yah, karena kamupun juga melakukan hal-hal yang aku tidak suka.  Aku juga sudah tak tahan dengan semua  ini.
Karena makin jengkel istri berkata lagi: Ya sudah kalau begitu kelak kalo kamu mati aku tidak akan urus jenazahmu. Aku tidak mau tahu apakah akan ada yang melayat kamu atau tidak.
Tak kalah nekatnya, suami berkata: Tidak ada apa jika kamu tidak pedulikan aku saat aku mati. Kalau kamu tidak urus jenazahku, aku juga tidak akan berikan uang sumbangan kematianku kepadamu. (May G)






MEMBERIKAN SEMUA YANG SAYA TIDAK PUNYA

Seorang petobat baru menyatakan keputusannya untuk memberikan semua yang ia punya kepada TUHAN.  Ia berkata, “Pak pendeta,  kalau saya mempunyai 50 ekor kambing,  saya akan memberikan 25 ekor kepada Tuhan.”  “Itu bagus,”  kata Pendeta missionari: Jika kau mempunyai 30 ekor,  maukah kamu memberikan 15 ekor kepada Tuhan?”  Pak Pendeta terus mengejar.  “Kau tahu saya akan memberikannya,”  jawabnya.  Kemudian Pak Pendeta berkata lagi,  “Jika kau mempunyai 2 ekor,  maukah kau  memberikan 1 ekor  kepada Tuhan?”  “Oow,  pak pendeta,  jangan tanya begitu kepada saya.  Anda tahu saya hanya mempunyai 2 ekor babi.”



Jendela Dunia Baru

Beberapa tahun yang lalu,  saya tinggal disebuah bangunan apartemen tempat tinggal saya.  Saya bisa memandang melampaui lorong antara dua bangunan apartemen ke arah apartemen sebelah yang sama lantainya dengan saya. Di situ tinggal seorang wanita,  yang tidak saya kenal,  sekalipun saya bisa melihat begitu ia duduk di dekat jendela setiap sore untuk merajut atau membaca.Setelah beberapa bulan berlalu,  saya mulai mendapati jendala itu nampak kotor.  Segala sesuatu telah kabur karena corengan.  Saya berkata kepada diri sendiri, “heran,  mengapa wanita itu tidak membersihkan jendela apartemennya?Jendela itu kelihatan mengerikan!”

Pada suatu pagi yang cerah, saya memutuskan untuk membersihkan apartemen saya sesuai dengan kebiasaan tahunan.  Juga saya mencuci kaca jendela bagian dalam.Pada petang hari,  setelah semua rampung,  saya duduk dekat jendala dengan secangkir kopi pelepas lelah.  Saya terkejut.  Di sebelah sana,  wanita itu terlihat duduk dekat jendela seperti biasanya.  Saya bisa melihatnya dengan jelas.  Jendela apartemennya bersih!Kenyataan itu menyedarkan saya.  Saya mengeritik jendelanya yang kotor,  tetapi saya  memandang lewat jendela saya sendiri yang kotor!Hal itu benar-benar pelajaran yang obyektif.  Betapa sering saya melihat,  dan mengeritik orang lain melalui selubung kedunguan saya sendiri,  melalui kabut kekurangan saya sendiri.

Sejak itu,  setiap kali saya tergoda untuk menghakimi orang,  terlebih dahulu saya bertanya kepada diri saya sendiri,  “Apakah saya melihat kepadanya melalui jendela saya sendiri yang kotor ?” Kemudian saya  mencoba menggosok,  memoles jendela dunia saya sendiri supaya saya dapat melihat dunia luar dengan lebih jelas. Dan tahukah Anda? Cara itu terbukti ampuh. ( Ruth E Knowlon, Majalah Berita Mimbar)