ILUSTRASI
Showing posts with label Ilustrasi. Show all posts
Showing posts with label Ilustrasi. Show all posts
MINYAK KEBAIKAN
KONTROL LIDAH
Suatu saat
seorang anak muda datang kepada filsuf besar Sokrates untuk minta dilatih
kefasihan berpidato. Pada saat anak muda itu memperkenalkan diri, dia mulai
berbicara. Beberapa saat berlangsung kata-katanya mengalir deras tak
terputus-putus. Ketika Sokrates mendapatkan giliran, ia berkata, “Anak muda,
saya akan menarik ongkos ganda kepadamu.” “Ongkos ganda, mengapa begitu?” Tanya
murid itu. Guru menjawab, “Saya akan mengajari engkau dua ilmu
pengetahuan. Pertama, bagaimana mengendalikan lidah anda, dan kemudian, yang
kedua, bagaimana mempergunakannya.” Apakah kedua hal tersebut merupakan seni
yang harus dipelajari, terutama bagi orang Percaya.
(Majalah Berita Mimbar)
HAMBA YANG RELA
Selama masa
ketika perdagangan budak masih tetap dipraktekkan di beberapa tempat di
selatan, seorang anak muda yang gagah dilelang. Penawaran semakin
menarik. Akhirnya, seseorang dari Ingris memenangkan lelangan
itu. Hamba muda itu lalu mencaci dia, “Ha, anda membeli
seorang budak ketika perbudakan di Inggris telah dihapus.” Namun,
si pembeli menjawab, “Saya membeli kamu untuk membebaskanmu. “Hamba
muda itu tersentuh perasaannya. Ia berkata lagi, “Saya rela menjadi hamba
tuan untuk selamanya.
(Majalah Berita
Mimbar)
DEFINISI UANG
Suatu ketika
sebuah surat kabar di London menawarkan hadiah bagi
pemenang sayembara yang bisa mendefinisikan secara paling baik tentang uang.
Hadiah itu kemudian diberikan kepada seorang anak muda yang
mendefenisikan uang sebagai berikut: “Uang adalah suatu barang yang bisa
dipergunakan sebagai passport universal untuk pergi kemana saja, kecuali ke
sorga dan dapat digunakan untuk membeli segala sesuatu, kecuali membeli
kebahagiaan.
-Majalah Berita
Mimbar
PENGEMIS DAN PEMBERI
Sir Walter
Raleigh dengan tak putus-putusnya mengajukan permohonan kepada ratu Elizabeth demi
kepentingan orang hukuman. Suatu kali ratu berkata kepadanya: “Sir
Walter, kapan anda akan berani menjadi pengemis?
“Jika yang mulia
berhenti menjadi pemberi, “jawab Sir Walter Raleigh. Suatu jawaban
yang bijaksana. Oh betapa mengherenkan untuk mengetahui bahwa Allah
adalah sumber berkat yang tak pernah habis!
(Majalah Berita
Mimbar)
KISAH SEGELAS SUSU
Adalah anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak punya uang. Dia
nekad mengetuk pintu sebuah rumah untuk minta makanan. Namun keberaniannya
lenyap saat pintu dibuka oleh seorang gadis muda. Dia urung minta makanan, dan
hanya minta segelas air.Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia
membawakan segelas besar susu. “Berapa harga segelas susu ini?” tanya anak
lelaki itu.“Ibu mengajarkan kepada saya, jangan minta bayaran atas perbuatan
baik kami,” jawab si gadis.“Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam… ”
balas anak lelaki setelah menenggak habis susu tersebut.Belasan tahun
berlalu…Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa, tapi didiagnosa punya sakit
kronis. Dokter di kota kecilnya angkat tangan. Gadis malang itu
pun dibawa ke kota besar, di mana terdapat dokter
spesialis.
Dokter Howard Kelly dipanggil untuk memeriksa. Saat mendengar nama
(dr. Howard Kelly adalah anak kelaparan yang pernah ditolong
wanita tersebut. Cerita disadur dr buku pengalaman dr. Howard dalam
perjalanannya melalui Northern Pennsylvania , AS)
Begitulah …
Jendela Dunia Baru
Beberapa tahun yang lalu, saya tinggal disebuah bangunan apartemen tempat tinggal saya. Saya bisa memandang melampaui lorong antara dua bangunan apartemen ke arah apartemen sebelah yang sama lantainya dengan saya. Di situ tinggal seorang wanita, yang tidak saya kenal, sekalipun saya bisa melihat begitu ia duduk di dekat jendela setiap sore untuk merajut atau membaca.Setelah beberapa bulan berlalu, saya mulai mendapati jendala itu nampak kotor. Segala sesuatu telah kabur karena corengan. Saya berkata kepada diri sendiri, “heran, mengapa wanita itu tidak membersihkan jendela apartemennya?Jendela itu kelihatan mengerikan!”
Pada suatu pagi yang cerah, saya memutuskan untuk membersihkan apartemen saya sesuai dengan kebiasaan tahunan. Juga saya mencuci kaca jendela bagian dalam.Pada petang hari, setelah semua rampung, saya duduk dekat jendala dengan secangkir kopi pelepas lelah. Saya terkejut. Di sebelah sana, wanita itu terlihat duduk dekat jendela seperti biasanya. Saya bisa melihatnya dengan jelas. Jendela apartemennya bersih!Kenyataan itu menyedarkan saya. Saya mengeritik jendelanya yang kotor, tetapi saya memandang lewat jendela saya sendiri yang kotor!Hal itu benar-benar pelajaran yang obyektif. Betapa sering saya melihat, dan mengeritik orang lain melalui selubung kedunguan saya sendiri, melalui kabut kekurangan saya sendiri.
Sejak itu, setiap kali saya tergoda untuk menghakimi orang, terlebih dahulu saya bertanya kepada diri saya sendiri, “Apakah saya melihat kepadanya melalui jendela saya sendiri yang kotor ?” Kemudian saya mencoba menggosok, memoles jendela dunia saya sendiri supaya saya dapat melihat dunia luar dengan lebih jelas. Dan tahukah Anda? Cara itu terbukti ampuh. ( Ruth E Knowlon, Majalah Berita Mimbar)
Bekerja dan Berdoa
Suatu ketika ketika serombongan wisatawan sedang menikmati liburan dengan berperahu di suatu telaga di Skolandia, tiba-tiba hujan badai turun dan mengancam keselamatan mereka. Saat kesulitan nampak benar-benar mengancam, salah seorang di antara wisatawan, yang berbadan paling besar dan paling kuat, dalam keadaan takut berkata, “Mari kita berdoa." Namun pak tua si tukang perahu menyahut, "Tidak, Tidak Tuan. Biar yang badannya kecil saja yang berdoa. Anda pegang saja dayungnya dan ikut mendayung."
Majalah Berita Mimbar
Kasih Persaudaraan
Seorang pengajar sedang mengajarkan kebenaran di pelajaran kelas Alkitab anak. Dia bertanya kepada mereka, “Jika saya kebetulan melihat orang sedang memukuli seekor keledai dan saya menghentikan dia, kebenaran apa yang sedang saya tunjukkan?” Suara lirih dari salah seoarang murid menjawab, “Kasih Persaudaraan."
Majalah Berita Mimbar
Ilustrasi
LETAKKAN BEBAN ANDA
Suatu ketika ada seorang wanita hendak bepergian. Wanita itu dikenal sebagai orang yang selalu khawatir. Ia membawa sebuah keranjang yang nampaknya cukup berat saat menaiki tangga kereta. Setelah mendapatkan tempat duduk, ia masih saja menjinjing keranjang yang dibawanya. Seorang penumpang lain menoleh kepadanya danm berkata, “Bu, letakan saja keranjang Ibu di kolong tempat duduk. Kereta inilah yang akan membawa beban Ibu, sekaligus mengantarkan Ibu sampai ke tujuan.”
PENYIKSAAN KEKAL
Seorang pendeta berkhotbah mengenai penyiksaan kekal. Hari berikutnya, seorang pemuda datang menemui dia untuk berdebat tentang apa yang ia pernah dengar dari khotbah pendeta. Ia berkata kepada pendeta, “Saya percaya bahwa ada perbedaan antara apa yang Anda percayai mengenai penyiksaan kekal. Sekarang saya datang untuk mencari titik temu untuk perbedaan pendapat kita.”
Pendetapun berpikir sejenak. Kemudian berkata kepada pemuda itu. “Tidak ada perbedaan pendapat antara Anda dengan saya. Jika anda membuka Matius 25:46 maka anda akan menemukan bahwa Anda sedang membantah Tuhan Yesus. Maka dari itu saya sarankan supaya secepatnya Anda pergi untuk menyelesaikan perbedaan pendapat antara Anda dan Dia. (”Majalah Berita Mimbar)
SAMA SAMA KEPALA BATU
Dalam suatu perselisihan rumah tangga terjadilah perdebatan memuncak:
Istri: Mengapa kamu tidak lagi mau melakukan apa yang sudah kita sepakati
sehingga rumah tangga kita makin berantakan. Aku kecewa kamu tidak melakukan apa yang aku harapkan.
Suami:Yah, karena kamupun juga melakukan hal-hal yang aku tidak suka. Aku juga sudah tak tahan dengan semua ini.
Karena makin jengkel istri berkata lagi: Ya sudah kalau begitu kelak kalo kamu mati aku tidak akan urus jenazahmu. Aku tidak mau tahu apakah akan ada yang melayat kamu atau tidak.
Tak kalah nekatnya, suami berkata: Tidak ada apa jika kamu tidak pedulikan aku saat aku mati. Kalau kamu tidak urus jenazahku, aku juga tidak akan berikan uang sumbangan kematianku kepadamu. (May G)
MEMBERIKAN SEMUA YANG SAYA TIDAK PUNYA
Seorang petobat baru menyatakan keputusannya untuk memberikan semua yang ia punya kepada TUHAN. Ia berkata, “Pak pendeta, kalau saya mempunyai 50 ekor kambing, saya akan memberikan 25 ekor kepada Tuhan.” “Itu bagus,” kata Pendeta missionari: Jika kau mempunyai 30 ekor, maukah kamu memberikan 15 ekor kepada Tuhan?” Pak Pendeta terus mengejar. “Kau tahu saya akan memberikannya,” jawabnya. Kemudian Pak Pendeta berkata lagi, “Jika kau mempunyai 2 ekor, maukah kau memberikan 1 ekor kepada Tuhan?” “Oow, pak pendeta, jangan tanya begitu kepada saya. Anda tahu saya hanya mempunyai 2 ekor babi.”
Jendela Dunia Baru
Beberapa tahun yang lalu, saya tinggal disebuah bangunan apartemen tempat tinggal saya. Saya bisa memandang melampaui lorong antara dua bangunan apartemen ke arah apartemen sebelah yang sama lantainya dengan saya. Di situ tinggal seorang wanita, yang tidak saya kenal, sekalipun saya bisa melihat begitu ia duduk di dekat jendela setiap sore untuk merajut atau membaca.Setelah beberapa bulan berlalu, saya mulai mendapati jendala itu nampak kotor. Segala sesuatu telah kabur karena corengan. Saya berkata kepada diri sendiri, “heran, mengapa wanita itu tidak membersihkan jendela apartemennya?Jendela itu kelihatan mengerikan!”
Pada suatu pagi yang cerah, saya memutuskan untuk membersihkan apartemen saya sesuai dengan kebiasaan tahunan. Juga saya mencuci kaca jendela bagian dalam.Pada petang hari, setelah semua rampung, saya duduk dekat jendala dengan secangkir kopi pelepas lelah. Saya terkejut. Di sebelah sana, wanita itu terlihat duduk dekat jendela seperti biasanya. Saya bisa melihatnya dengan jelas. Jendela apartemennya bersih!Kenyataan itu menyedarkan saya. Saya mengeritik jendelanya yang kotor, tetapi saya memandang lewat jendela saya sendiri yang kotor!Hal itu benar-benar pelajaran yang obyektif. Betapa sering saya melihat, dan mengeritik orang lain melalui selubung kedunguan saya sendiri, melalui kabut kekurangan saya sendiri.
Sejak itu, setiap kali saya tergoda untuk menghakimi orang, terlebih dahulu saya bertanya kepada diri saya sendiri, “Apakah saya melihat kepadanya melalui jendela saya sendiri yang kotor ?” Kemudian saya mencoba menggosok, memoles jendela dunia saya sendiri supaya saya dapat melihat dunia luar dengan lebih jelas. Dan tahukah Anda? Cara itu terbukti ampuh. ( Ruth E Knowlon, Majalah Berita Mimbar)
Pada suatu pagi yang cerah, saya memutuskan untuk membersihkan apartemen saya sesuai dengan kebiasaan tahunan. Juga saya mencuci kaca jendela bagian dalam.Pada petang hari, setelah semua rampung, saya duduk dekat jendala dengan secangkir kopi pelepas lelah. Saya terkejut. Di sebelah sana, wanita itu terlihat duduk dekat jendela seperti biasanya. Saya bisa melihatnya dengan jelas. Jendela apartemennya bersih!Kenyataan itu menyedarkan saya. Saya mengeritik jendelanya yang kotor, tetapi saya memandang lewat jendela saya sendiri yang kotor!Hal itu benar-benar pelajaran yang obyektif. Betapa sering saya melihat, dan mengeritik orang lain melalui selubung kedunguan saya sendiri, melalui kabut kekurangan saya sendiri.
Sejak itu, setiap kali saya tergoda untuk menghakimi orang, terlebih dahulu saya bertanya kepada diri saya sendiri, “Apakah saya melihat kepadanya melalui jendela saya sendiri yang kotor ?” Kemudian saya mencoba menggosok, memoles jendela dunia saya sendiri supaya saya dapat melihat dunia luar dengan lebih jelas. Dan tahukah Anda? Cara itu terbukti ampuh. ( Ruth E Knowlon, Majalah Berita Mimbar)
Subscribe to:
Posts (Atom)