<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018</id><updated>2012-02-16T01:56:58.722-08:00</updated><category term='Ilustrasi'/><category term='Sermon Outline'/><category term='By Spiros Zodhiates'/><category term='Motivation'/><category term='Points to Ponder'/><category term='Family Altar'/><title type='text'>Online Magazine</title><subtitle type='html'>To be part of the sharing world 
through advancing the Words of God.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-7835630010399695779</id><published>2011-12-25T17:34:00.001-08:00</published><updated>2011-12-25T17:34:51.884-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivation'/><title type='text'>So Don't Quit !</title><content type='html'>&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-3624933888733663180"&gt; &lt;em&gt;Tetapi    orang-orang yang menanti-nantikan  TUHAN mendapat kekuatan  baru:   mereka seumpama  rajawali yang naik  terbang dengan kekuatan  sayapnya;   mereka berlari dan tidak  menjadi  lesu, mereka berjalan dan  tidak   menjadi lelah.&lt;/em&gt;(Yesaya  40:31)&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di dalam  kehidupan ini, Tuhan telah     menyediakan begitu banyak kesempatan yang dapat kita  pergunakan. Ada     beberapa orang yang menganggap remeh tindakan yang harus  diambil dan     juga usaha yang harus dibayar, namun pada akhirnya menyesal karena      tidak melakukannya. Hanya sedikit orang yang mempunyai keyakinan dan     iman  sambil terus bekerja sampai ia mendapatkan kehidupan yang jauh     lebih baik. Kehidupan  yang selama ini ia impikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Winston  Churchill, perdana menteri Inggris     yang sangat dikenal, pernah tinggal kelas  pada saat kelas enam  sekolah    dasar. Steven Spielberg dikeluarkan dari sekolah  menengah  atas dan    tidak pernah kembali ke bangku sekolah. Bahkan sempat   ditawarkan masuk    sekolah luar biasa. Albert Einstein mendapatkan  angka-angka  yang  jelek   pada waktu bersekolah sampai-sampai gurunya  meminta dia untuk    berhenti  sekolah karena dinilai tidak akan  berhasil. Tokoh-tokoh besar   tersebut   mempunyai catatan yang mungkin  lebih buruk daripada kita,   namun  kegagalan itu  membuat mereka  bangkit dan berhasil, karena   karakter  mereka yang pantang  berhenti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seringkali     komitmen terhadap sukses yang  ingin diraih diuji oleh tantangan    kehidupan.  Sikap pantang menyerah  adalah salah satu yang jelas    membedakan antara sang  juara dan sang  pecundang. Kegagalan sering kali    menghantui, sehingga kita tidak   mencapai tujuan yang diinginkan.   Tapi  percayalah, apa pun hasilnya pasti  lebih  baik dibandingkan jika   kita  menyerah. So, don't quit!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang  juara adalah ketika ia mau bangkit dari setiap kegagalannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span class="style130"&gt;&lt;a href="http://renungan-harian-kita.blogspot.com/"&gt;&lt;span class="style133"&gt;http://renungan-harian-kita.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Jumat, 09  Desember 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-7835630010399695779?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/7835630010399695779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/so-dont-quit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/7835630010399695779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/7835630010399695779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/so-dont-quit.html' title='So Don&apos;t Quit !'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-3967051501242998412</id><published>2011-12-25T06:29:00.000-08:00</published><updated>2011-12-25T06:29:39.150-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family Altar'/><title type='text'>Kecintaan Pada Keluarga</title><content type='html'>Kecintaan   kepada keluarga atau yang lebih spesifik kepada pasangan hidup bisa   atau biasanya diawali dengan masa perkawanan dan kemudian meningkat pada   masa pacaran, selanjutnya dua insan tersebut memasuki kehidupan  berumah  tangga. Harapan setiap orang yang terlibat di dalamnya adalah  supaya  keduanya termasuk anak-anak mereka tetap saling setia dalam  ikatan  keluarga tersebut. Ketentuan yang berlaku di beberapa sekolah  tinggi  Theologia adalah bahwa setiap mahasiswa hanya diijinkan  berpacaran  dengan sesama mahasiswa dalam kampus yang sama sebanyak satu  kali. Putus  sambung pacaran tetap diijinkan selama ia berpacaran  dengan mahasiswa  yang sama. Hal ini salah satunya dimaksudkan untuk  mendorong mereka  untuk lebih bersungguh dalam menilai urusan pasangan  hidup.&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;Sepasang suami istri datang ke sebuah sumur keramat untuk meminta berkah   dalam hidupnya. Pertama, sang suami melemparkan bunga tujuh rupa ke   dalam sumur tersebut sambil komat-kamit membacakan doa dan keinginannya.   Beberapa waktu kemudian giliran istrinya untuk melakukan seperti apa   yang telah dilakukan sang suami, memanjatkan keinginan pada sumur   keramat tersebut. Si istri begitu khusuk, menunduk begitu dalam sehingga   ketika suaminya memegang pantatnya si istri justru jatuh ke dalam  sumur  dan mati tenggelam. "Wow, terkabul! Benar-benar sumur keramat,"  kata si  suami spontan.&lt;br /&gt;(kutipan dari www.kapanlagi.com/a/sumur-keramat.html)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya kisah di atas membuktikan betapa mahal dan langkanya untuk   menemukan kecintaan kepada keluarga. Banyak orang yang mengalami   kesulitan besar dalam memelihara kesetiaan. Diyakini bahwa kesulitan   besar untuk menjadi setia menimbulkan kesulitan bagi orang lain yang   seharusnya pantas dan layak mendapat kesetiaan dari mereka yang tidak   setia.Intinya, ketidaksetiaan itu menimbulkan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah menemukan pribadi yang setia. Bahkan sering kali   orang mengutarakan keluhannya atas mutu kesetiaan sahabatnya. Mereka   tidak gampang menerima keadaan saat mengetahui bahwa orang-orang dekat   yang mereka kasihi justru menjadi orang yang mereka simpulkan sebagai   orang yang telah mengkhianatinya. Itulah mengapa pemazmur sangat memberi   perhatian dan keprihatinan tentang arti penting keberadaan orang yang   dia sebut sebagai seorang sahabat. Seorang sahabat menaruh kasih setiap   waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. (Maz. 17:17).  Tentu  saja pemazmur merasa bahwa kehadiran sahabat sangat ia butuhkan  di saat  orang-orang dekatnya tidak peduli kepada keresahan hatinya.&lt;br /&gt;Kembali kepada hal kesetiaan atas keluarga, kesetiaan bertipe ini juga   disimpulkan sebagai sedang memudar. Semakin banyaknya peristiwa   ketidaksetiaan juga sudah membuahkan diterbitkan banyak aturan formal   (undang-undang) yag mengurusi urusan&amp;nbsp; yang sebenarnya menjadi urusan   internal rumah tangga seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alkitab kita bisa menemukan salah satu tokoh yang pantas   diteladani. Dia adalah Yosua. Dia tidak hanya memiliki mutu kesetiaan   yang tinggi dan dalam kepada bangsanya tapi juga pada keluarganya.   Komitmennya dapat kita baca di ayat ini : Tetapi jika kamu anggap tidak   baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa   kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di   seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami   ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"   (Yosua 24:15).&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ucapan itu selain merupakan tantangan Yosua kepada bangsanya, yakni   tantangan supaya mereka tetap setia kepada Tuhan, juga menggambarkan   ketegasan Yosua dalam memutuskan sesuatu untuk kebaikan keluarganya. Ia   setia kepada keluarganya&amp;nbsp; oleh karena itu ia berprakarsa dan melakukan   yang terbaik untuk keselamatan keluarganya dengan membawa keluarga   tersebut pada kehidupan yang disertai hadirat Tuhan. Bisa kita bayangkan   bahwa kalau itu merupakan tantangan kepada bangsanya, tentu saja erat   dengan keadaan saat itu dimana makin banyak orang, tetangga, kerabat,   rekan kerjanya yang secara tidak sadar menjauh dari Tuhan sehingga   sangat dimunkinkan berakibat buruk kepada keluarga mereka. Hal itu yang   dilihat Yosua dalam pengalaman hidupnya di tengah bangsanya yang sering   plin-plan kepada Tuhan. Yosua menyadari bahwa tak seorangpun termasuk   tak satu keluargapun akan luput dari hukuman Tuhan jika mereka tak   bosan-bosannya mengabaikan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tantangan Yosua kepada bangsanya untuk memutuskan sesuatu,   juga mestinya menjadi tantangan bagi kita untuk berprakarsa dan   mewujudkan kesetiaan dan kecintaan kepada keluarga kita. Moga kita   senantiasa dimampukan olehNya dalam megupayakan kebaikan bagi keluarga   kita, yakni kebaikan yang dikenanNya. Amin. God bless you and beloved   family.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;(Soerjan - Berita Mimbar Magazine)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-3967051501242998412?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/3967051501242998412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/kecintaan-pada-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/3967051501242998412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/3967051501242998412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/kecintaan-pada-keluarga.html' title='Kecintaan Pada Keluarga'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-2481587238940266365</id><published>2011-12-20T03:01:00.001-08:00</published><updated>2011-12-20T03:04:30.618-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sermon Outline'/><title type='text'>Berseru Memanggil Nama “Bapa” Tanpa Rasa Takut</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 14px;"&gt;Pendahuluan:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 14px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Banyak anak yang tidak mengetahui ayah mereka.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Banyak juga yang mengetahui tetapi tak pernah merasa mempunyai ayah, sedangkan lainnya masih memiliki ayah tetapi bagi mereka sebaiknya tidak&amp;nbsp;&amp;nbsp;mengetahui tentang ayah mereka. Dengan kata lain tidak mau tahu menahu tentang ayahnya. Hanya ada satu anak yang telah lahir tanpa berpredikat sebagai anak yang memiliki ayah manusiawi, namun memiliki ayah yang disebut&amp;nbsp;&amp;nbsp;“Bapa dari Segala-galanya”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dasar penelitian:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Apakah artinya memiliki Allah sebagai Bapa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;I.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Berarti bahwa&amp;nbsp;&amp;nbsp;kita&amp;nbsp;&amp;nbsp;memiliki Bapa yang menyambut&amp;nbsp;&amp;nbsp;kita. (Ibrani 4:16)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;A&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dalam segala keadaan&amp;nbsp;&amp;nbsp;(Mahatahu)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;B&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Untuk setiap sebab (Mahakuasa)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;C&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pada setiap waktu&amp;nbsp;&amp;nbsp;(Mahahadir)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;D&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Selamanya (Mahakekal)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;II&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Berarti bahwa kita memiliki Bapa yang layak dipuji (Wahyu 4:11)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;A&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Melalui rasa hormat kami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;B&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Melalui kasih kami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;C&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Melalui sembahan kami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;III&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Berarti bahwa kita memiliki Bapa yang kaya&amp;nbsp;&amp;nbsp;(1 Petrus 1:3-5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;A&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dengan kelimpahan anugrah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;B&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Untuk hidup berpengharapan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;C&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dengan warisan yang tak kan pudar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;D&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dan tempat yang disediakan di surga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Aplikasi / tantangan;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sangat menyedihkan bahwa hari ayah tidak selalu membawa sukacita yang besar bagi jemaat gerejaTuhan. Banyak yang justru mengalami sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Namun demikian kita memiliki Bapa yang selalu dekat pada setiap saat , yang layak untuk dipuji, dan yang memiliki kekekalan dalam tangan-Nya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Anak-anak memang benar. , Allah kita&amp;nbsp;&amp;nbsp;adalah Allah yang mengagumkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;(J.A Gilmartin&amp;nbsp;&amp;nbsp;ph/june/05)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-2481587238940266365?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/2481587238940266365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/berseru-memanggil-nama-bapa-tanpa-rasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/2481587238940266365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/2481587238940266365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/berseru-memanggil-nama-bapa-tanpa-rasa.html' title='Berseru Memanggil Nama “Bapa” Tanpa Rasa Takut'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-518948991201986668</id><published>2011-12-20T02:44:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T02:56:03.585-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilustrasi'/><title type='text'>Ilustrasi</title><content type='html'>&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;LETAKKAN BEBAN ANDA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Suatu ketika ada seorang wanita hendak bepergian. Wanita itu dikenal sebagai orang yang selalu khawatir. Ia membawa sebuah keranjang yang nampaknya cukup berat saat menaiki tangga kereta. Setelah mendapatkan tempat duduk, ia masih saja menjinjing keranjang yang dibawanya. Seorang penumpang lain menoleh kepadanya danm berkata, “Bu, letakan saja keranjang Ibu di kolong tempat duduk. Kereta inilah yang akan membawa beban Ibu, sekaligus mengantarkan Ibu sampai ke tujuan.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;PENYIKSAAN KEKAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Seorang pendeta berkhotbah mengenai penyiksaan kekal. Hari berikutnya, &amp;nbsp;seorang pemuda datang menemui dia untuk berdebat tentang apa yang ia pernah dengar dari khotbah pendeta. Ia berkata kepada pendeta, “Saya percaya bahwa ada perbedaan antara apa yang Anda percayai mengenai penyiksaan kekal. Sekarang saya datang untuk mencari titik temu untuk perbedaan pendapat kita.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Pendetapun berpikir sejenak. Kemudian berkata kepada pemuda itu. “Tidak ada perbedaan pendapat antara Anda dengan saya. Jika anda membuka Matius 25:46 maka anda akan menemukan bahwa Anda sedang membantah Tuhan Yesus. Maka dari itu saya sarankan supaya secepatnya Anda pergi untuk menyelesaikan perbedaan pendapat antara Anda dan Dia. (”Majalah Berita Mimbar)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;SAMA SAMA KEPALA BATU&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 27pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam suatu perselisihan rumah tangga terjadilah perdebatan memuncak:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 27pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Istri:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mengapa kamu tidak lagi mau melakukan apa yang sudah kita sepakati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 27pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sehingga rumah tangga kita makin berantakan. Aku kecewa kamu tidak melakukan apa yang &amp;nbsp;aku harapkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 27pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Suami:Yah, karena kamupun juga melakukan hal-hal yang aku tidak suka.&amp;nbsp; Aku juga sudah tak tahan dengan&amp;nbsp;semua&amp;nbsp; ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 27pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Karena makin jengkel istri berkata lagi: Ya sudah kalau begitu kelak kalo kamu mati aku tidak akan urus&amp;nbsp;jenazahmu. Aku tidak mau tahu apakah akan ada yang melayat kamu atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 27pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tak kalah nekatnya, suami berkata: Tidak ada apa jika kamu tidak pedulikan aku saat aku mati. Kalau kamu tidak&amp;nbsp;urus jenazahku, aku juga tidak akan berikan uang sumbangan kematianku kepadamu. (May G)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;MEMBERIKAN SEMUA YANG SAYA TIDAK PUNYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Seorang petobat baru menyatakan keputusannya untuk memberikan semua yang ia punya kepada TUHAN.&amp;nbsp; Ia berkata, “Pak pendeta,&amp;nbsp; kalau saya mempunyai 50 ekor kambing,&amp;nbsp; saya akan memberikan 25 ekor kepada Tuhan.”&amp;nbsp; “Itu bagus,”&amp;nbsp; kata Pendeta missionari: Jika kau mempunyai 30 ekor,&amp;nbsp; maukah kamu memberikan 15 ekor kepada Tuhan?”&amp;nbsp; Pak Pendeta terus mengejar.&amp;nbsp; “Kau tahu saya akan memberikannya,”&amp;nbsp; jawabnya.&amp;nbsp; Kemudian Pak Pendeta berkata lagi,&amp;nbsp; “Jika kau mempunyai 2 ekor,&amp;nbsp; maukah kau&amp;nbsp; memberikan 1 ekor&amp;nbsp; kepada Tuhan?”&amp;nbsp; “Oow,&amp;nbsp; pak pendeta,&amp;nbsp; jangan tanya begitu kepada saya.&amp;nbsp; Anda tahu saya hanya mempunyai 2 ekor babi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div _zipidx="1" class="widget Blog" closure_uid_oo02f6="3" id="Blog1"&gt;&lt;div class="blog-posts hfeed"&gt;&lt;div class="date-outer" closure_uid_oo02f6="6"&gt;&lt;div class="date-posts"&gt;&lt;div class="post-outer"&gt;&lt;div class="post hentry"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/page-edit.g?blogID=1365026785779462018&amp;amp;pageID=1518786905570141600" name="8552137092750153887"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;Jendela Dunia Baru&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Beberapa tahun yang lalu,&amp;nbsp; saya tinggal disebuah bangunan apartemen tempat tinggal saya.&amp;nbsp; Saya bisa memandang melampaui lorong antara dua bangunan apartemen ke arah apartemen sebelah yang sama lantainya dengan saya. Di situ tinggal seorang wanita,&amp;nbsp; yang tidak saya kenal,&amp;nbsp; sekalipun saya bisa melihat begitu ia duduk di dekat jendela setiap sore untuk merajut atau membaca.Setelah beberapa bulan berlalu,&amp;nbsp; saya mulai mendapati jendala itu nampak kotor.&amp;nbsp; Segala sesuatu telah kabur karena corengan.&amp;nbsp; Saya berkata kepada diri sendiri, “heran,&amp;nbsp; mengapa wanita itu tidak membersihkan jendela apartemennya?Jendela itu kelihatan mengerikan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu pagi yang cerah, saya memutuskan untuk membersihkan apartemen saya sesuai dengan kebiasaan tahunan.&amp;nbsp; Juga saya mencuci kaca jendela bagian dalam.Pada petang hari,&amp;nbsp; setelah semua rampung,&amp;nbsp; saya duduk dekat jendala dengan secangkir kopi pelepas lelah.&amp;nbsp; Saya terkejut.&amp;nbsp; Di sebelah sana,&amp;nbsp; wanita itu terlihat duduk dekat jendela seperti biasanya.&amp;nbsp; Saya bisa melihatnya dengan jelas.&amp;nbsp; Jendela apartemennya bersih!Kenyataan itu menyedarkan saya.&amp;nbsp; Saya mengeritik jendelanya yang kotor,&amp;nbsp; tetapi saya&amp;nbsp; memandang lewat jendela saya sendiri yang kotor!Hal itu benar-benar pelajaran yang obyektif.&amp;nbsp; Betapa sering saya melihat,&amp;nbsp; dan mengeritik orang lain melalui selubung kedunguan saya sendiri,&amp;nbsp; melalui kabut kekurangan saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu,&amp;nbsp; setiap kali saya tergoda untuk menghakimi orang,&amp;nbsp; terlebih dahulu saya bertanya kepada diri saya sendiri,&amp;nbsp; “Apakah saya melihat kepadanya melalui jendela saya sendiri yang kotor ?” Kemudian saya&amp;nbsp; mencoba menggosok,&amp;nbsp; memoles jendela dunia saya sendiri supaya saya dapat melihat dunia luar dengan lebih jelas. Dan tahukah Anda? Cara itu terbukti ampuh. ( Ruth E Knowlon, Majalah Berita Mimbar)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-518948991201986668?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/518948991201986668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/sama-sama-kepala-batu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/518948991201986668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/518948991201986668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/sama-sama-kepala-batu.html' title='Ilustrasi'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-9082117268446644186</id><published>2011-12-20T02:40:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T02:40:40.299-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='By Spiros Zodhiates'/><title type='text'>JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 13px;"&gt;“Ingatlah baik-baik, sekarang inilah waktu yang diperkenankan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sekarang inilah hari untuk diselamatkan” ( 2Kor 6:2/BIS).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Masa kini terletak di antara masa lalu dan masa depan. Masa kini merupakan saat yang sangat penting di antara apa yang telah terjadi pada kita dan apa yang akan terjadi. Masa kini merupakan masa peralihan yang menarik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Harta kita yang terbesar adalah bukan yang kita mampu kumpulkan pada masa lalu atau warisan yang akan kita terima, atau kemungkinan masa depan yang lebih cerah. Harta kita yang terbesar yang dapat kita peroleh adalah kesempatan saat ini juga, saat sekarang. Apa yang dapat ditawarkan oleh masa kini kita kepada kita?&amp;nbsp; Jangan biarkan masa lalu, atau mimpi masa depan memperbudak kita. Di sini dan kini merupakan saat yang sangat penting dalam hidup kita. Dengan tangan yang satu kita memegang masa lalu dan dengan tangan yang lain kita menyentuh masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Seorang penulis Perancis suatu kali menulis, “Jangan terima abu tapi terimalah api dari masa lalu.” Kalau yang Anda peroleh dari masa lalu adalah sesuatu yang sudah mati, maka itu adalah abu. Namun, kalau itu sesutu yang hidup, maka Anda harus menggunakannya pada masa kini. Apakah agama Anda abu atau api?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Di lain pihak, jangan menjadi pemimpi sampai merisaukan masa depan. Jangan katakan, “Saya belum butuh Allah sekarang, tapi pada masa yang akan datang mungkin akan saya pertimbangkan.” Anda mungkin beranggapan bahwa Anda akan mempunyai kesempatan pada masa depan, tetapi masa depan mungkin tidak pernah menjadi kenyataan. Setiap saat Allah memang siap memberi keselamatan kalau kita mencarinya, tetapi mungkin kita tidak sempat lagi mencarinya. Dan ada satu hal yang tidak akan Allah lakukan, yaitu memaksa Anda menerima sesuatu yang Anda tidak mau- - bahkan sekalipun itu untuk keselamatan Anda. Allah bukan diktator yang mendesakkan kehendakNya kepada sasaranNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Suatu hari seorang pencinta hikmat menanyai seseorang didekatnya, “Anda mau jadi apa kalau Anda dapat memilih? Menjadi orang kaya yang kejam, atau menjadi orang yang baik hati tapi tidak punya apa-apa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Orang yang sekedar lewat itu berpikir sejenak dan kemudian menjawab, “Saya ingin menjadi orang kaya dalam kehidupan masa kini dan menjadi orang baik hati pada kehidupan yang akan datang.” Ini yang sering menjadi pandangan hidup orang-orang masa kini. Mereka mau hidup untuk diri mereka sendiri di bumi ini tetapi mau juga menikmati sorga sesudah mati. Tetapi yang benar adalah, tidak bisa begitu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Setiap saat Allah memang siap memberi keselamatan kalau kita mencarinya, tetapi mungkin kita tidak sempat lagi mencarinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Waspadalah supaya Anda tidak diperdayai oleh pendapat yang mengatakan kepada Anda bahwa Anda dapat hidup dengan cara apa pun yang Anda inginkan dan bahwa Allah adalah Allah yang baik yang tidak akan pernah menolak siapapun yang mau menikmati sukacita sorga. Pendapat demikian tidak punya makna, hanya impian. Pendapat seperti itu hanya angan-angan yang tidak dapat memperoleh hidup kekal bersama Allah kalau kita menolak Dia sementara kita masih hidup didunia ini. Kita sama sekali tidak dibenarkan menyalahkan Allah atas pilihan yang kita buat ketika Ia masih memberi nafas kepada kita. Tak pelak lagi, kitalah yang menentukan masa depan kita. Kita akan tidur di ranjang yang kita siapkan untuk diri kita sendiri. Rasul Paulus benar tatkala ia mengatakan bahwa masa kini adalah masa yang paling gelap, karena masa depan hanyalah merupakan sambungan masa kini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Masa depan tergantung pada apa yang Anda perbuat pada masa kini. Kita tidak dapat memperoleh hidup kekal bersama Allah kalau kita menolak Dia sementara kita masih hidup didunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Namun, sekaranglah, pada saat ini juga, Anda mempunyai kesempatan yang mungkin tidak akan pernah Anda jumpai lagi. Kesempatan ini bukan hanya merupakan kesempatan yang berharga, tetapi khusus. Jam kehidupan kita hanya berputar satu arah. Jam kehidupan kita secara perlahan akan tidak berputar dan akhirnya dihentikan secara mendadak dan tak terduga oleh kekuasaan yang besar. Apakah siap untuk saat itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sekali Esau menjual hak kesulungannya, hak itu lenyap untuk selamanya. Demikian juga, sekali kita kehilangan kesempatan untuk bertobat, tidak ada garansi kita akan mendapat kesempatan yang lain “Siapa menunda keselamatan sampai pukul 11.00 kehidupannya, ia akan mati pada pukul 10.30.” Kalau Anda menunggu sampai Anda mendapat kesempatan yang lebih baik daripada sekarang, Anda akan didapati bahwa kesempatan itu tidak pernah muncul lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Khotbah apa yang pertama kali Kristus sampaikan? Waktu itu Ia berkhotbah di sinagoge (rumah sembahyang agama Yahudi) Nazareth. Setelah membaca satu bagian kitab Yesaya, Ia menutupnya dan mengatakan, “Pada hari ini, genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya”&amp;nbsp; (Luk 4:21). Dengan kala lain, Ia hendak mengatakan, “Percayailah Alkitab bahwa sekarang juga Juruselamat berada di antara kamu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Khotbah apa yang terakhir kali Kristus sampaikan? Yaitu perumpamaan tentang sepuluh anak dara. Yang lima waspada dan berjaga-jaga Yang lima tidak begitu siaga.&amp;nbsp; Merka semua menantikan kedatangan mempelai pria. Lima yang bijak, sebelum pergi, mengisi lampu mereka dengan minyak cadangan. Tetapi lima yang lain tidak membawa minyak cukup. Tak terpikirkan oleh mereka bahwa bisa saja mempelai pria itu datang terlambat. Karena kedatangannya terlambat, lampu lima dara yang bodoh itu padam. Mereka pergi beli minyak, tapi pada waktu itu mempelai pria tiba dan mereka kehilangan kesempatan mengikuti pesta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Wasapadalah supaya Anda tidak dipedayai oleh pendapat yang mengatakan kepada Anda bahwa Anda dapat hidup dengan cara apa pun yang Anda inginkan dan bahwa Allah adalah Allah yang baik yang tidak akan pernah menolak siapa pun yang mau menikmati sukacita sorga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Waspadalah jangan-jangan kita pun kehilangan kesempatan itu. Kedatangan mempelai pria dalam perumpamaan ini melambangkan kedatangan Kristus untuk kali yang kedua, Anda mungkin menunda pertobatan Anda sampai pada suatu waktu di masa depan, dan Anda rasa bahwa kesempatan itu pasti sebelum mempelai itu, yaitu Yesus Kristus, datang. Tapi Anda tidak tahu kapan Kristus datang kembali untuk kali kedua. Allah tidak memberitahukan semua rencanaNya kepada kita. Ia telah katakan kepada kita bahwa Kristus akan datang secara tiba-tiba . Ia hanya akan menjemput mereka yang adalah milik kepunyaanNya dan meninggalkan yang lain melewati suatu masa sengsara besar yang belum pernah dialami dunia sebelumnya. Baca Wahyu pasal 6-19, maka pasti Anda menyadari mau menjadi salah seorang diantara yang dijemput dan dibawa kesorga adalah dengan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda. Biarkan dia lahir, hadir dalam hati dan hidup Anda. Keselamatan bukan hanya untuk masa depan. Keselamatan itu juga untuk masa kini. Keselamatan itu sudah tersedia sekarang juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Mengapa menunda bergaul akrab dengan kebaikan Allah? Rasul Paulus mengatakan kepada orang Korintus: “Ingatlah baik-baik, sekarang inilah waktu yang diperkenankan itu. Sekarang inilah hari untuk diselamatkan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;(Majalah Berita Mimbar )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-9082117268446644186?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/9082117268446644186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/jangan-lewatkan-kesempatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/9082117268446644186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/9082117268446644186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/jangan-lewatkan-kesempatan.html' title='JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-4590019582800713828</id><published>2011-12-20T02:34:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T02:34:30.410-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Points to Ponder'/><title type='text'>Berduaan Dengan Tuhan</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt; font-weight: normal;"&gt;Di sebagian besar harinya, Don Miller, 83 tahun, bangun pagi jam empat.&amp;nbsp; Di pagi yang dingin dan buta, seiring merekahnya fajar Texas itu ia keluar rumah menuju taman untuk bertemu Tuhannya. Inilah jam doanya meskipun hal itu kini tidak ia lakukan sesering dan serutin di tahun-tahun sebelumnya. Meskipun demikian, ia mengawali dan mengakhiri setiap harinya dengan doa. Sesungguhnya ia mempersembahkan alokasi waktu melalui jam doa. Sepuluh persen atau dalam hitungan kasar, 2 jam 40 menit dipersembahkan bagi Tuhan melalui jam doa.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt; font-weight: normal;"&gt;“Doa adalah komunikasi intim antara Bapa di sorga dengan anak-Nya.” Demikian ia menjelaskan kepada para pendeta yang mengikuti konferensi. “Komunikasi harus berlangsung dua arah.”&lt;br /&gt;Di konferensi itu Miller menjelaskan beberapa dasar bagi doa yang berhasil. “Berdoalah dengan sederhana. Jangan malah membuatnya rumit. Doa yang benar adalah bahasa kesendirian.” Lebih lanjut ia melukiskan bagaimana Yesus menyendiri dengan Allah (Luk. 9:18). Ketika seseorang menyendiri dengan Tuhan, dia bisa mencurahkan isi hatinya. Di saat itulah ia tidak lagi mendengar suara pesawat terbang di langit, kereta api, gonggongan anjing, “Ia dan saya sedang berduaan. Dia mendengar saya dan saya mendengar Dia. “Saya menyebutnya sebagai ‘doa di ruang isolasi.’”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt; font-weight: normal;"&gt;“Kita semua&amp;nbsp; perlu menyendiri dengan Tuhan. Matikan pesawat televisi. Biarkan debunya saja yang keluar dari tabung TV itu. Jangan pikirkan hal lain selain Dia.” Miller, pendiri Bible-Based Ministry mengatakan bahwa pelayanannya meliputi tiga hal: “Hal ini bersangkut-paut dengan doa, pelayanan, dan orang Kristen yang bertumbuh dalam iman….&amp;nbsp; Banyak hal tentang doa disebut dalam Alkitab tetapi nampaknya doa malah menempati porsi paling kecil baik untuk dipahami ataupun diterapkan oleh orang percaya.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt; font-weight: normal;"&gt;Miller telah mengidentifikasi 750 wacana bacaan dalam Alkitab yang berhubungan dengan doa. Dalam Alkitab Miller telah menandai 250 ayat menurut cabang ilmunya masing-masing. Miller melayani konferensi doa dalam Bible-Based Ministry di gereja-gereja, biasanya kursus ini makan waktu tiga atau empat hari. Selama kursus ini Miller membawa pesertanya untuk menjelajahi 750 ayat doa.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt; font-weight: normal;"&gt;Miller telah menjadi pendoa selama lebih dari 60 tahun. Tetapi sebenarnya perjalananannya dengan Tuhan tidak dimulai sebelum dia beranjak dewasa. Dia lahir pada 9 Maret 1922 di daerah pertanian dekat Bloomsburg, Penn. Dia menuturkan bahwa orangtuanya termasuk “orang baik-baik” tetapi bukan termasuk orang yang beribadah ke gereja. Dia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan selama perang dunia II saat ia berdinas di Angkatan Udara Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt; font-weight: normal;"&gt;Dengan sedih Miller menceritakan bahwa kedua orangtuanya berpisah darinya ketika orangtuanya mulai bertobat sehingga “mereka tidak pernah tahu kabar saya.” Namun, meskipun Miller mengalami kerengggangan hubungan dengan bapa dunianya, hubungan baru dengan Bapa surgawi sanggup mengisi kekosongan hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt; font-weight: normal;"&gt;Setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang mematahkan tulang punggungnya dan melukai kepalanya, Miller bertekad memulihkan daya ingatnya dengan cara menghafal ayat-ayat Alkitab. Perlahan-lahan Tuhan memulihkan ingatannya. Miller mengatakan bahwa keberhasilah latihan menghafal dapat dicapai persis sama halnya latihan olah otot.&amp;nbsp; Sejak itu hafalan Alkitab telah menjadi kunci utama dalam pelayanannya dan dalam kegiatannya mengajar.&lt;br /&gt;Selama proses kesembuhannya di Monroe, Louisiana, dia bertemu calon istrinya, Libby. Masing-masing dari keduanya ternyata telah berdoa untuk seorang pendamping yang beriman kepada Tuhan. Libby kini mengikuti Miller kemanapun Miller pergi untuk melayani. “Selalu bersama.” Miller menuturkan “Tak sekalipun gereja membayar tiket pesawat Libby karena Tuhan telah menyediakan cara bagi Libby untuk bepergian dengan saya.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt; font-weight: normal;"&gt;Ketika ditanya rahasia keharmonisan yang awet dan penuh kasih itu, ketika mereka merayakan ulang tahun perkawinan ke 60, Libby dengan cepat menjawab “Doa.”&amp;nbsp; Kami memulai dan mengakhiri setiap hari dengan doa bersama. Doa telah membuat perkawinan kami semakin manis dan semakin kuat setiap tahun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt; font-weight: normal;"&gt;Brent Thompson -&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt; font-weight: normal;"&gt;Ph/Sep05/BM)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-4590019582800713828?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/4590019582800713828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/berduaan-dengan-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/4590019582800713828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/4590019582800713828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/berduaan-dengan-tuhan.html' title='Berduaan Dengan Tuhan'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-1715725513231797736</id><published>2011-12-19T23:52:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T23:52:37.399-08:00</updated><title type='text'>Propaganda Setan Yang Melemahkan Iman</title><content type='html'>&lt;div class="p-det"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li class="p-com"&gt;(Luk 9: 37-43a)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p-con"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Meski secara klinis tabib Lukas mendiagnosa bahwa anak itu sakit  epilepsi tetapi Yesus sepakat dengan kesimpulan ayah dari anak itu yg  menimpulkan bahwa penyakit anaknya disebabkan karena campur tangan  setan.&amp;nbsp; Memang tidak semua masalah itu terjadi karena ulah setan, namun  seringkali juga Setan memperburuk keadaan misalnya meyakinkan orang  bahwa Yesus tidak bisa menolong masalah mereka yang begitu berat. Ia  menyesatkan dengan menipu bahwa dialah yang bisa menyelamatkan orang  dari permasalahan hidupnya. Untuk kali ini masalah kehidupan itu ayah  dari anak yang sakit itu benar-benar bisa disebabkan oleh ulah setan.&amp;nbsp;  Serangan spiritual menyebabkan kelemahan fisikal, jasmaniah. Setan  begitu konsisten menggunakan strategi yang melemahkan yakni  memproklamirkan kepada dunia bahwa dialah yang memegang kendali. Orang  yang sedang mengalami masalah kehidupan sering termakan dengan  propaganda Setan sehingga dia tidak lagi ingat siapa yang berkuasa.&amp;nbsp;  Setan juga begitu pintar menggunakan strategi yang menyesatkan yakni  yang memproklamirkan bahwa cara dia lebih mudah dan lebih instant.  Banyak orang terjebak dalam praktik-praktik yang meyakini bahwa cara  setan lebih efektif dan efisien misalnya bagi seseorang untuk dapat  berkuasa, untuk dapa kaya, untuk dapat mencelakakan orang lain yang  dianggap musuh atau penghambat..&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apa yang Setan serang? “Seorang dari orang banyak itu berseru,  katanya: “Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;adalah satu-satunya anakku&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.”  (Luk 9: 38)&amp;nbsp; &amp;nbsp;Yang diserang itu bisa Orang/hal yang paling kita  sayangi. Dalam kehidupan setiap hari, Setan menggunakan strategi yakni  menggunakan kelemahan kita untuk menyerang kita, Sebaliknya Tuhan malah  menggunakan kelemahan kita untuk untuk mengangkat kita dari kelemahan  kita: Dikatakan dalam Yakobus 1:2&amp;nbsp; “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai  suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai  pencobaan,” Memang ironis dan sulit untuk diterima. Ada banyak yang  disayangi orang, mungkin orang dekatnya atau harta bendanya, karirnya,  harga dirinya, keuangannya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berapa lama Setan menyerang? Di ayat 39&amp;nbsp; dikatakan&amp;nbsp; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sewaktu-waktu &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;terus saja &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;menyiksa dia dan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;hampir-hampir &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;tidak  mau meninggalkannya. Dalam Markus 9:21 dikatakan “Lalu Yesus bertanya  kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya:  “Sejak masa kecilnya.”&amp;nbsp; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sepertinya &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;anak  ini terlahir utk menderita. Mungkin dia pernah berpikir&amp;nbsp; “Lebih baik  saya tidak dilahirkan.” Itulah ketekunan Iblis dalam menyerang manusia.  Kalau bisa, ia akan menyerang manusia seumur hidup manusia.&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seberapa dahsyat dia menyerang? “roh itu &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;menggoncang-goncangkannya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; sehingga &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;mulutnya berbusa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Roh itu terus saja &lt;strong&gt;menyiksa&lt;/strong&gt; dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya.&amp;nbsp; Injil lain: &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;bisu dan tuli&amp;nbsp; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;bahkan setan masih saja ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;membantingkannya &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;ke  tanah. Kita bisa membayangkan&amp;nbsp; betapa menderitanya anak itu. Betapa  Setan tidak mengenal ampun dalam menyakiti anak ini. Itlah mengapa orang  yang melakukan penganiayaan kepada sesamanya sering disebut sebagai  sedang kesetanan. 4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seberapa Kepekaan Yesus atas Permasalahan Hidup  kita? Bersyukur, Tuhan Yesus tidak pernah ingkar janji untuk menunjukkan  belas kasihNya kepada setiap orang yang ditemui atau yang menemui Dia.  “Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah” (9-43b).  KebesaranNya Nampak nyata saat Ia membagi kasihNya dengan tindakan  nyata. Ada paling sedikit sepuluh ayat dalam Injil yang mengatakan  “tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan. Hari inipun kita masih bisa  menemui Dia dan Iapun berkenan ditemui oleh kita yang membutuhkan  pertolonganNya.&amp;nbsp; Dalam kontek kisah itu, di saat murid-muridNya tidak  mampu mengusir Setan, Yesus mampu dan mau melakukannya untuk kebaikan  anak dan keluarganya yang sedang menderita. Di masa kini, kita perlu dan  harus yakin bahwa di saat seolah-olah tidak ada lagi orang lain atau  apapun yang bisa menolong kita, kita harus yakin bahwa Yesus bisa dan  senang menolong kita kalau kita datang kepadaNya. Dalam kelemahan yg  memuncak, kita sering mengijinkan Satan meyakinkan kita bahwa kita tidak  mungkin menemukan wajah Yesus dan pertolonganNya.&amp;nbsp; Inilah saat bagi  kita untuk memohon ampun kepadaNya karena kita tidak mempercayai Dia.  Kekawatiran sering mencaplok iman kita. Kadang kita takut utk berdoa  karena kita sudah lebih dahulu takut kalau doa kita tidak di jawab  olehnya. Kita harus yakin bahwa Ia memiliki kuasa di atas kuasa apapun  di dunia ini. Terlebih Dia memiliki hati yang gampang tergerak saat  melihat kecemasan dan kesedihan kita. Ayat ini mengingatkan kita akan  kebenaran itu “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan  memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar  itu goyah.” Kita telah melihat betapa tangisan diubah menjadi tarian.  Tragedi sudah menjadi ketakjuban. Oleh karena itu marilah kita mengejar  berkat untuk kehidupan pribadi kita supaya dunia melihat bahwa anak  Tuhan itu diberkati Tuhan. &lt;em&gt;Blessed to be a blessing&lt;/em&gt;.  &amp;nbsp;Barangkali kita berangan untuk bertukar masalah dengan orang lain. Kita  berkata “Saya mau menanggung masalah tapi bukan masalah ini. Saya mau  teman saya menghadapi masalah saya dan saya yang menanggung masalah yang  mereka hadapi.” Kita berharap bahwa renungan ini menyadarkan kita  betapa Tuhan Yesus peka terhadap masalah kita jika kita mau datang  kepadaNya. Diapun juga tidak mau bertukar penderitaan dengan orang lain  menjelang menghadapi penderitaanNya. Mari kita bertekun untuk  menggerakkan hatiNya yang tak pernah tega melihat pergumulan kita.  Dialah satu-satunya pengharapan di saat kita tidak lagi bisa berharap  kepada hal lain. Yang kita perlukan bukan sekedar berserah dan percaya,  tapi mempercayakan dan memasrahkan berat beban kita kepadaNya.  Sekaranglah saatnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Soerjan)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-1715725513231797736?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/1715725513231797736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/propaganda-setan-yang-melemahkan-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/1715725513231797736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/1715725513231797736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/propaganda-setan-yang-melemahkan-iman.html' title='Propaganda Setan Yang Melemahkan Iman'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-1936262911277263844</id><published>2011-12-19T23:41:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T23:41:54.053-08:00</updated><title type='text'>BATAS-BATAS PENGETAHUAN MANUSIA</title><content type='html'>&lt;div class="p-head"&gt; &lt;h1 style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="font-size: medium;"&gt;“….. dipercayakan rahasia&amp;nbsp;Allah&amp;nbsp;“&lt;/strong&gt;&lt;/h1&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p-con"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(I Korintus 4:1)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkitab mengatakan kepada kita bahwa tidak  ada seorang pun yang dapat&amp;nbsp;berdalih bahwa ia tidak mengenal Allah,  karena Ia dengan jelas dapat dikenali dalam ciptaan-Nya [Roma 1:20]. Dan  dengan cara yang sama pembaharuan jiwa dapat dikenali oleh orang lain  melalui melihat akibat-akibat dalam kehidupan seseorang itu.&amp;nbsp;Apa itu  Allah ? Tidak seorang pun yang dapat memadai mendefinisikan  sifat-sifat-Nya.&amp;nbsp;Apa itu pembaharuan ? Tidak seorangpun dapat  mendifinisikan dalam sifat-sifatnya kecuali dengan akibat akhir dalam  kehidupan seseorang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang guru misionari menceritakan ihwal seorang perempuan Jepang  yang bertanya kepadanya bagaimana sekiranya gadis-gadis yang cantik yang  diterima oleh sekolahnya. “Mengapa tidak?” timpalnya, “Kami menerima  semua gadis yang datang kepada kami.” “Tetapi” lanjut perempuan  itu,”seluruh gadis anda nampak sangat cantik”&amp;nbsp;“ Itu karena kami  mengajarkan kepada mereka nilai jiwa mereka dalam pandangan Allah,” guru  itu menjelaskan ,” dan ini yang membuat wajah mereka begitu  cantik”&amp;nbsp;“Baiklah” kata perempuan Jepang itu,” Saya tidak mau anak  perempuan saya menjadi seorang Kristen, tetapi saya ingin mengirim anak  perempuan saya itu ke sekolah anda supaya hal yang sama juga nampak pada  wajahnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita tahu bahwa seseorang yang telah lahir kembali, bukan karena kita  dapat menemukan kebenaran atau kenyataan pembaharuan itu pada suatu  tempat pada tubuh mereka, tetapi karena kita dapat melihat buah-buah Roh  yang membaharui mereka. Kita menanam benih di dalam tanah dan pada  waktunya kita melihat pohon. Kita tidak dapat benar-benar menjelaskan  proses itu, tetapi kita dapat melihat hasilnya. Hal itu merupakan suatu  misteri namun suatu kebenaran,&amp;nbsp;kenyataan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebangkitan dari kematian merupakan fakta lain atau pernyataan lain  yang nampak bertentangan dengan pengalaman kita, atau tidak kesesuaian.  Apapun misteri yang dicentelkan kepada pokok ini –dan tidak dapat  disangkal ada banyak—timbul dari keberadaannya diluar kemampuan kita dan  pengamatan kita. Kita tidak mengetahui secara pasti makna apa kebenaran  ini termasuk atau tercakup.&amp;nbsp;Jelas tidak ada kemungkinan di dalamnya.  Kuasa yang sama yang telah membentuk tubuh kita dapat dengan  nyata&amp;nbsp;merekonstruksinya. Keprigelan yang sama yang telah memelihara jati  diri mereka melalui kehidupan dapat menanamkannya kepada tubuh  kemuliaan pada kebangkitan. Itu merupakan kerja yang jauh melampaui  kuasa manusia,&amp;nbsp;mengatasi akal budi manusia.&amp;nbsp;Itu merupakan bidang operasi  Allah ke dalam mana kita tidak dapat masuk,&amp;nbsp;dan jalan itu akan  disempurnakan di antara rahasia-rahasia Allah sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya andaikata tanam-tanaman tidak kita tahu, dan kita mengatakan  keberadaannya di planet lain, kita akan mendapati hal itu sangat sulit  untuk dipahami. Tanam-tanaman itu  muncul,&amp;nbsp;bertumbuh,&amp;nbsp;menguncup,&amp;nbsp;berbunga,&amp;nbsp;dan memberikan buah;&amp;nbsp;bahwa buah  ini,&amp;nbsp;jatuh ke bumi,&amp;nbsp;dan menjadi rusak dan mati dan pasti hidup  kembali,&amp;nbsp;melestarikan keberadaannya,&amp;nbsp;merupakan fakta yang akrab dengan  semua kita.&amp;nbsp;Tetapi itu tidak lebih kurang menakjubkan dan mengherankan.  Hal itu merupakan misteri yang besar dalam proses dengan mana perubahan  bentuk ini disempurnakan. Itu merupakan misteri besar sebagaimana yang  terjadi dengan kebangkitan tubuh&amp;nbsp;manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Kesulitan dalam kasus tanaman tidak akan cukup untuk menyebabkan saya  untuk menyangsikannya dalam hal bukti pengertian saya,&amp;nbsp;bagaimanapun.&amp;nbsp;Tak  ada misteri yang menyangkut kebangkitan tubuh tidak akan cukup untuk  menyebabkan saya menyebut Allah sebagai pendusta,&amp;nbsp;atau untuk mencoba  menaruh batas antara apa yang mungkin dan apa yang tidak mungkin.&amp;nbsp;Saya  tahu bahwa sama-sama mudah bagi Allah untuk menciptakan dunia  sebagaimana Ia menciptakan serangga yang paling kecil yang mengapung di  udara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita tidak seharusnya memperkecil unsur-unsur misteri yang mengiringi  pewahyuan,&amp;nbsp;karena misteri itu benar-benar cenderung untuk menambah  kemujaraban Injil.&amp;nbsp;Sasaran Injil adalah mendamaikan manusia kepada  Allah—tentu saja tidak dalam hubungan yang sama,&amp;nbsp;tetapi sebagai pelaku  pemberontakan diperdamaikan kepada pemerintahnya yang sangat  ramah,&amp;nbsp;pendosa yang bersalah kepada Pembuatnya.&amp;nbsp;Injil menyempurnakan hal  ini dengan mewahyukan sifat-sifat Allah,&amp;nbsp;dengan membuatnya dapat  dikenali .&amp;nbsp;Itulah sebabnya Injil disebut sebagai kuasa dan hikmat  Allah,&amp;nbsp;karena ia secara gamblang memperlihatkan sifat-sifat tabiat-Nya.  Injil memperkenalkan Allah sebagai satu-satunya sasaran ibadat yang  benar.&amp;nbsp;Injil memperbaharui manusia pada posisi itu dalam mana&amp;nbsp;dapat  memanjatkan ibadat dan ketaatan yang dapat diterima.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fakta dalam mana doktrin ini diletakan harus benar nyata dan tak dapat  disangkal. Tetapi alasan doktrin ini, dan jauhnya serta hubungan  selanjutnya, barangkali disembunyikan dari pandangan kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah adalah sembahan semesta yang layak, dan ini artinya bahwa  pikiran kita harus menghormati Dia dengan perasaan kagum dan tak  lazim.&amp;nbsp;Tetapi pernyataan pikiran ini tidak pernah dapat diproduksi oleh  segala sesuatu yang sepenuhnya dapat kita pahami. Kebiasaan membiakkan  rasa jijik,&amp;nbsp;dan kebiasaan yang berlebihan dengan hal-hal yang kudus  kadang-kadang dapat memproduksi kekurangan penghargaan terhadap mereka.  Semua pengejaran terhadap pengetahun merupakan suatu jenis penaklukkan  .&amp;nbsp;Tidak segera&amp;nbsp;melakukan kita merasa diri kita sendiri tuan dari segala  hal ketimbang berhenti memegang sebanyak minat bagi kita.&amp;nbsp;Memproduksi  perasaan kagum dan takzim merupakan hal yang esensial untuk ibadah,&amp;nbsp;kita  harus mempunyai kesadaran akan kerendahan hati kita sendiri,&amp;nbsp;dan suatu  keyakinan yang dalam bahwa ada sesuatu yang agung dan mulia dalam  sasaran ibadat secara tak terbatas di atas konsepsi kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makin dengan jelas kita menyadari batas-batas pengetahuan kita dalam  setiap arahan semakin dalam kesan kita akan kebesaran Allah,&amp;nbsp;dan makin  dengan semakin dalam kita akan menghargai keluasan Keberadaan yang telah  menyebarluaskan pekerjaan-Nya di sekitar kita dalam kelimpahan yang tak  ada habis-habisnya.&amp;nbsp;Kita juga akan menerima kenyataan bahwa Dia telah  mengelilingi kita dengan rintangan –rintangan yang setiap pekerjaan-Nya  dan setiap pemisahan pengejawantahan diri-Nya Sendiri,&amp;nbsp;termasuk  masalah-masalah yang tidak dapat kita lihat.&amp;nbsp;Oleh karena itu, Wahyu  menyesuaikan dirinya sendiri kepada&amp;nbsp;posisi kita.&amp;nbsp;Ia merupakan setelan  bagi keadaan mental kita,&amp;nbsp;dan bercampur dengan apa yang jelas dan dengan  apa yang tidak jelas karena tidak meliputi pikiran kita yang  terbatas,&amp;nbsp;tetapi menuntun kita dalam jalan pengetahuan dan jalan  kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Spiros Zodhiates,&amp;nbsp;Th.D&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;-Majalah Berita Mimbar&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-1936262911277263844?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/1936262911277263844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/batas-batas-pengetahuan-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/1936262911277263844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/1936262911277263844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2011/12/batas-batas-pengetahuan-manusia.html' title='BATAS-BATAS PENGETAHUAN MANUSIA'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-5465282963121758481</id><published>2010-11-26T20:10:00.001-08:00</published><updated>2010-11-26T20:11:56.131-08:00</updated><title type='text'>Tiap Detik Yang Berharga</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Karena manusia itu tak bisa mengendalikan perjalanan waktu maka hari ulang tahun itu pasti datang. Bagi yg suka dengan hari itu maka ia tidak sabar menantikannya. Bagi yang tidak menyukainya akan kalo bisa menghindarinya. Kemungkinan dia berpikir wah umur sdh tambah tapi yg dicita-citakan belum kesampaian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Menurut Abraham Lincoln, yang berharga dalam kehidupan manusia bukanlah tahun-tahun yang dijalani dalam kehidupan seseorang melainkan kehidupan yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dijalani dalam tahun-tahun tersebut. Jadi yang berharga adalah kualitas kehidupan bukan rentang waktu kehidupan. Hal ini senapas dengan yang diungkapkan Salomo ketika menjawab tawaran Tuhan. Ia lebih suka dianugerahi kebijaksanaan dan pengertian daripada “kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencinya, dan juga tidak meminta umur panjang, (2Taw 1:11)&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Nampaknya kualitas kehidupan tidak ditandai dengan apa yang berhasil diraih orang atau sudah menjadi apa dia, melainkan karena kemelekatan hidup bersama Allah di sepanjang kehidupan. Itulah mengapa piihan Salomo menghasilkan buah yang bisa kita nikmati melalui hikmat yang diwariskan kepada kita. Hikmat tersebut sungguh berharga dalam kehidupan orang percaya ketika merenungkan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita. Seandainya Salomo meminta kekayaan, belum tentu kita dapat mewarisinya. Tetapi kedekatan Salomo dengan Pencipta-Nya menjadikan dia dihargai oleh Tuhan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan dihormati manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Tiap detik dalam kehidupan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu berhrga, khususnya bagi mereka yg dekat dengan Tuhan. “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya.&lt;/i&gt; Tuhan tidak bs didikte utk hal ini.” (Maz 21:5) . Dalam hal umur manusia, Tuhan tidak bisa didikte oleh manusia. Umur panjang atau pendek adalah milikNya. Tuhan juga tidak mau didikte untuk memanggil seseorang pulang kepada kekelan. Oleh karena itu kita sering mendengar kiasan yang mengatakan ada org yg memiliki lebih dari satu&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt; &lt;/b&gt;karena terhindar dari berbagai hal yg beresiko kematian. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Perjuangan untuk hidup telah manusia lakukan sejak lahir. Seorang bayi akan dengan bahasa bayinya meminta kepada orang tua atau orang2 dekatnya atau siapa saja supaya ia bisa tetap hidup. Hidup itu telah diberikan kepada kita. Bahkan hidup dalam kelimpahan telah dijanjikan. Umur panjang dan kelestarian hidup itu merupakan simbolisasi betapa Sang Pemberi Hidup&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;itu memberi kebahagiaan kepada yang Dia kenan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Karena &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: green; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;masa&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: green; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;depan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt; sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt; (Ams. 23:18).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Di setiap tibanya hari ulang tahun, mestinya setiap orang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;diingatkan betapa Tuhan mengasihinya. Tuhan mengijinkan setiap orang untuk lahir ke dunia, meskipun harus menangis saat kelahirannya. Tangisan itu menandakan betapa lemahnya dia dan bersyukur bahwa ada banyak orang tersenyum bahagia atas kelahirannya dan siap untuk menolong dia menempuh perjalanan hidup di dunia ini. Kelemahan makhluk kecil itu telah Tuhan atasi dengan keberadaan orang-orang yang mengasihinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Kita mengucap syukur utk hari ulang tahun, tetapi kita jg harus mengucap syukur utk setiap hari karena setiap hari yang Tuhan berikan adalah waktu yang diberikan manusia untuk menjalani hidup yang telah Ia berikan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Memang selama menjalani kehidupan idak semua orang bisa menikmati semua pengalaman yang menyenangkan seperti yang diharapkan- Namun kita harus ingat bahwa hidup itu telah Ia berikan untuk kita jalani sehingga Ia juga tidak akan membiarkan setiap orang menjalani dalam kesendirianNya. Apapun yang terjadi dalam kehidupan manusia bisa saja tidak jadi terjadi jika Ia tidak mengijinkan. Ia tahu batas-batas kemampuan setiap orang dalam menjalani pengalaman pahitnya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;“&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya&lt;/i&gt;” (1Kor 10:13)&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-5465282963121758481?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/5465282963121758481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/tiap-detik-yang-berharga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/5465282963121758481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/5465282963121758481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/tiap-detik-yang-berharga.html' title='Tiap Detik Yang Berharga'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-8827947670641222002</id><published>2010-11-24T17:37:00.001-08:00</published><updated>2010-11-24T17:40:03.968-08:00</updated><title type='text'>Penantian Tuhan Dan Penantian Manusia.</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;"Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;" (Yesaya 30:18).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Lihatlah betapa luar biasanya kasih Tuhan pada kita. Adalah kerinduan Tuhan untuk menunjukkan kasihNya pada kita. Untuk bangkit menyayangi kita. Tuhan rindu untuk memberkati kita. Tidakkah ini luar biasa? Tuhan tidak pernah dan tidak akan pernah senang melihat kita didera penderitaan. Kalaupun Tuhan terkadang mengijinkan kita untuk mengalami persoalan, itu semata-mata untuk membuat kita sadar bahwa sebagai manusia kita tidak akan berdaya jika hanya bergantung pada kekuatan diri kita sendiri saja. Tuhan ingin mengajar kita untuk mau bergantung kepadaNya, sehingga Tuhan bisa menunjukkan kasih sayangNya pada kita. Ada kalanya kita diijinkan Tuhan memasuki padang gurun agar kita bisa belajar untuk benar-benar bergantung pada Tuhan. "Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN." (Ulangan 8:2-3).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ada kalanya kita harus diam dan tenang. Sikap diam dan tenang bukan mengajarkan kita untuk bermalas-malasan, melainkan mengajarkan kita untuk percaya sepenuhnya pada Tuhan. Ada kalanya kita harus menghentikan segala kekhawatiran dan ketakutan kita, dan kembali mempercayakan segalanya kepada Tuhan. Tidak perlu panik, tidak perlu takut, tidak perlu ragu, karena Tuhan sedang menanti-nantikan saat untuk menyatakan kasihNya dan menyatakan sayangNya kepada kita. Tuhan menantikan kita untuk mampu belajar dari persoalan hidup, belajar untuk berhenti mengandalkan orang lain dan diri sendiri, dan kembali untuk percaya kepadaNya secara penuh, menyerahkan hidup sepenuhnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kepadaNya, sehingga ketika saat itu tiba, Tuhan pun akan dengan senang hati melimpahkan kasihNya secara luar biasa kepada kita. Dia rindu untuk menyatakan berkatNya kepada kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dia tengah menanti-nanti untuk menunjukkan kasihNya. Percayalah sepenuhnya kepada janji Tuhan dan jangan pernah putus pengharapan! Tuhan adalah Allah yang adil, maka berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia. Adalah suatu kerinduan Tuhan untuk menyatakan kasih dan sayangNya kepada kita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Jangan biarkan diri kita diprovokasi persoalan dan beban kehidupan. Yang berhak dan pantas serta punya kewenangan untuk mengendalikan hidup kita adalah Allah sumber damai sejahtera yang kita agungkan dalam Kristus. Dan kita bersyukur untuk hal itu. Tuhan ingin mengajarkan kita untuk mau bergantung kepadaNya, sehingga Tuhan bisa menunjukkan kasih dan sayangNya pada kita. Percayalah sepenuhnya kepada janji Tuhan dan jangan pernah putus pengharapan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(Yneh Yanirus).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-8827947670641222002?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/8827947670641222002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/penantian-tuhan-dan-penantian-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/8827947670641222002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/8827947670641222002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/penantian-tuhan-dan-penantian-manusia.html' title='Penantian Tuhan Dan Penantian Manusia.'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-4711103042756643463</id><published>2010-11-24T05:49:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T05:50:38.803-08:00</updated><title type='text'>Mempercayai Allah Yg Tidak Kelihatan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; (Mat. 6:6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Allah yang tidak kelihatan bisa melihat segala sesuatu, baik yang kelihatan atau tidak.&lt;br /&gt;Segala sesuatu baik yang kelihatan atau tidak kelihatan oleh manusia, bisa dilihat Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Org yang berada di tempat tersembunyi/persembunyian&amp;nbsp; tidak bisa melihat sesuatu yang terjadi di luar dunianya. Dalam kenyataan, ada keterbatasan orang untuk melihat hal-hal yg tidak kelihatan. Demikian juga dalam kehidupan rohani, orang sering mengalami hal tersebut, yakni ketidak mampuan utk melihat hal yang tidak kelihatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ada kesulitan yg menghalangi orang untuk melihat sesuatu yg tidak kelihatan. Terlebih di masa kini dimana segala sesuatu dipertimbangkan dan dinilai berdasarkan panca indera yang dipadukan dengan logika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Apa yang diperlukan untuk mempercayai yang tidak kelihatan?&lt;br /&gt;Iman, Ayub 42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Ia melakukan segala sesuatu baik yang berkaitan dengan jagad mbesar dan jagat kecil. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Utk mempercayai yang tidak kelihatan diperlukan hati yang mendengar.&amp;nbsp; Demikian pula, untuk mempercayai yang tidak kelihatan diperlukan kesabaran. Kepercayaan kitalah yang menggerakkan Allah untuk mengentaskan kita dari kemelut demi kemelut. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Yakobus 1:2&amp;nbsp; Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.&amp;nbsp; Gagasan dalam ayat ini merupakan gagasan paradox, atau kontradiksi yg ironis bagi orang banyak jika dinilai dari indera dan logika. Namun bagi Tuhan gagasan ini tidak paradoksal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ujian Hidup:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kecenderungan banyak orang adalah meninggalkan permasalahan dengan cara meninggalkan Allah yang tidak kelihatan yang seharusnya menjadi tempat mencari perolongan. Kebosanan, rasa&amp;nbsp; jemu dan rasa jenuh untuk berdoa menjadikan orang lebih suka mencari jalannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tidak dipungkiri bahwa ujian hidup menjadikan orang begitu lama menanggung rasa sakit, rasa malu dan kesrakat. Ada ujian hidup yg seolah berlomba dengan iman, mana yang lebih betah dan kerasan seolah-olah tak kunjung berakhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sebaliknya, Kelimpahan juga merupakan ujian hidup: Saat ada banyak harta, untuk apa memanjatkan doa Bapa kami untuk minta rejeki dan makanan setiap hari. Utk apa berdoa. Kalo perlu swalayan dibeli. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ada kesulitan yg menghalangi orang untuk melihat sesuatu yg tidak kelihatan. Saat dalam kelimpahan, untuk apa berdoa apabila sedang sakit. Utk apa berdoa, kalo perlu rumah sakitnya nya dibeli. Kelemahan fisik, kekuatan fisik sebenarnya sama-sama merupakan ujian hidup. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Apa yang Anda pikirkan saat bangun pagi pada hari Minggu? Melanjutkan tidur, melanjutkan pekerjaan/tugas rumah/tangga, merencanakan rekreasi keluarga, pergi ke gereja, atau pergi ke gereja sambil melanjutkan tidur di gereja? Jawaban2 atas pertanyaan ini berkaitan erat dengan bagaimana kita menempatkan kepercayaan kita kepada Allah yang tidak kelihatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MEMPERCAYAI BAHWA SEGALA SESUATU DILIHAT ALLAH YG TIDAK KELIHATAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ketika Allah memungut dan menggenggam kita,&amp;nbsp; maka Ia tidak menilai kita dari hal-hal yang dinilai orang atas kita. Namun, Ia menilai kita menurut pertimbanganNya, bahwa kita sangat bernilai dan berharga bagi Dia. Jadi, kalau menurut Dia kita sangat berharga, apa yang kita takutkan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Yang tua tidak perlu menyesali masa lalu, yang muda tidak perlu mencemaskan masa depan. Begitu kita berada di tangan Allah kita akan diperlakukan setimpal dengan nilai kita, bukan sesuai penampilan kita, baik yang kita lihat atau yang orang lain lihat atas diri kita. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Mungkin selama hidup tidak ada damai sejahtera, selamanya akan begitu, suka tidak suka, mau tidak mau, itulah yg terjadi. Tekanan hidup bisa terjadi saat seseoang menginjak usia balita, berlanjut usia anak-anak, usia remaja berlanjut usia dewasa dan seterusnya. Selama hidup bisa saja orang mengalami kelemahan tubuh, kekurangan, masalah rumah tangga, dll. Tapil kehidupan harus berjalan terus.&amp;nbsp; Kita berharap bahwa ungkapan kehidupan harus berjalan terus ini bermakna positif. Artinya, kehidupan yang diwarnai berbagai beban berat ini tidak lepas dari perhatian Allah yang tidak pernah mengalihkan kepedulianNya sepanjang hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikatakan bahwa Allah itu tidak kelihatan atau tersembuny, bukan berarti Ia tidak berkarya atau tidak melakukan apa-apa saat kita mengalami pergumulan. Masalah yang begitu besar&amp;nbsp; tidak berarti tidak dapat teratasi. Ada masalah kecil yang menjadikan orang hilang kepercayaan kepada Allah yang tidak kelihatan. Sebaliknya, ada masalah yang besar justru menjadikan orang makin kuat dalam ketergantungan kepada Allah yang tidak kelihatan. Satu-satunya cara untuk menikmati sepanjang jalan kehidupan yang penuh ujian hidup adalah dengan mempercayakan perjalanan tersebut bersama Allah yang tidak kelihatan yang selalu kita lihat dalam diri Kristus. (Zephaniah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-4711103042756643463?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/4711103042756643463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/mempercayai-allah-yg-tidak-kelihatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/4711103042756643463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/4711103042756643463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/mempercayai-allah-yg-tidak-kelihatan.html' title='Mempercayai Allah Yg Tidak Kelihatan'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-5720917012952281052</id><published>2010-11-24T05:40:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T05:41:03.049-08:00</updated><title type='text'>Masih Ada Jalan Keluar</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" . &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;(Lukas 7:13)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Peristiwa mati itu sudah terjadi. Kesedihan itu sudah terjadi. Masalah atau persoalan hidup itu sudah terjadi. Kalau dikatakan bahwa manusia itu hidup untuk mati atau hidup itu bermuara kepada mati, berarti puncak persoalan kehidupan itu sudah terjadi. Hal yang logis adalah Semua orang akan mengalami kematian dan semua orang bisa mengalami kesedihan. Tetapi hal yang logis pula bahwa kita pantas meminta pertolongan Tuhan Yesus karena hati-Nya mudah digerakkan oleh belas kasihan dan Ia memang mampu memberi jalan keluar atas segala permasalahan kita bahkan ketika permasalahan itu sudah memuncak. Kalau Ia bisa membangunkan orang mati berarti Ia bisa melakukan apa saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Jangan mudah teralihkan kepercayaan kita jika ada orang yang sudah menganggap Tuhan itu tidak ada. Mereka menghapus Tuhan dari akal sehatnya. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;KETENANGAN HATI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”&amp;nbsp; (1Petrus 4:7)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Akankah hati kita akan ikut mengamuk saat badai mengamuk dalam kehidupan kita? rupanya Tuhan tidak pernah menjawab doa kita saat hati kita masih bergejolak tidak tenang, bahkan terang2an memprotes Tuhan. Tapi dalam ketenanganlah Tuhan berbisik kepada kita untuk mengatakan Jangan Takut Aku akan akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak &amp;nbsp;akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;.” (1Kor. 10:13)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;JALAN KELUAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Saat kita tidak tenang, kita tidak bisa melihat jalan keluar. Saat kita tenang, kita menjadi sadar bahwa jalan keluar itu ada di dalam Yesus. Pencobaan datang dan pergi (bertubi-tubi, susul menyusul tidak pernah diduga). Pencobaan yang datang itu bisa makin menguat dan makin berat atau bisa juga kuat lemahnya itu fluktuatif.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sebagai manusia, kita merasa diri kita adalah sosok paling rasional. Oleh karenanya, hal-hal yang ada di luar pengetahuan kita cenderung kita anggap tidak rasional. Beberapa kali, dalam Alkitab kita menjumpai Tuhan yang seakan-akan hendak meruntuhkan kesombongan logika manusia. Daud-seorang anak tanpa pengalaman perang-mengalahkan Goliat; Nuh membangun bahtera di tengah musim yang sedang kering; &amp;nbsp;“Wah Perkembangannya sudah separah ini, mana mungkin dapat diperbaiki. Dokter berkata begini, ahli ekonomi menyimpulkan begitu, ahli hukum berpendapat demikian, pendapat “orang pintar” lebih menakutkan lagi”. Pernahkah kita bertanya kepada Sang Ahli Sejati.&amp;nbsp; Badai bisa mengamuk kepada siapa saja, baik di tempat kerja, di rumah tangga, di bangku pendidikan dll. Badai itu seolah-olah akan meruntuhkan karir, reputasi, keutuhan rumah tangga, prestasi akademis dll. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Apa yang terjadi jika logika kita menyimpulkan adanya jalan buntu berupa tembok yang tinggi yang tidak mungkin kita lompati. Itulah saatnya logika/pikiran&amp;nbsp; membunuh hati dan merontokkan iman. Pikiran memberi sinyal ke hati dengan mempropagandakan adanya sesuatu yang harus kita kuatirkan. Itulah suatu momen yang disebut sebagai matinya iman kita sekaligus tumbuhnya benih keraguan. Dalam keadaan seperti ini, kita akan sakit kepala memikirkan masalah itu, kita tidak lagi mampu memikirkan hal-hal kecil di luar masalah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Mempercayai hal yang tidak masuk akal itu masih masuk akal selama itu didasarkan pada Firman Tuhan.&amp;nbsp; Ibr 11:1&amp;nbsp; &lt;i&gt;Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat&lt;/i&gt;. Dalam kehidupan iman, kita akan banyak &amp;nbsp;terlibat dalam kehidupan yang tidak masuk akal. Dan kita akan terombang-ambing jika jika kita tidak memasrahkan hal yang tidak masuk akal tersebut kepada Tuhan kita. Saat hati tidak tenang, logika akan tampil menonjol.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Seringkali kita mengharapkan Mukjizat dengan menghindari masalah. Padahal mujizat tidak mungkin datang kalau tidak ada masalah. Besar kecil mujizat juga tergantung besar kecilnya persoalan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;REALITAS KEHIDUPAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Faktanya, ada orang yang sudah setiap saat berdoa untuk keselamatan dalam perjalanan hidupnya. Tapi fakta berikutnya, orang tersebut tetap saja mengalami kecelakaan dalam perjalanan kehidupan. Tapi fakta yang pasti adalah bahwa hal itu pasti terjadi seijin dan sepengetahuan Tuhan. Karena Tuhan mengijinkan dan tahu hal itu terjadi, maka Tuhan akan mendengarkan seruan doanya. Bukan tanpa maksud apa-apa jika Tuhan mengijinkan apapun terjadi dalam hidup kita. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dia adalah Allah yang bertanggung jawab atas hidup kita. Di dalam Dia pengharapan tidak pernah mengecewakan. Allah kita bukanlah tipe yang suka meninggalkan tanggungjawab. Dia tahu kapan saatnya kita berada dalam batas kekuatan kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Inti dari hal tentang iman adalah meyakinkan Yesus bahwa kita memiliki iman kepada-Nya.&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ketika Yesus &lt;b&gt;melihat iman mereka&lt;/b&gt;, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." &amp;nbsp;(LuK 5:20). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Akhirnya, sadarilah bahwa Tuhan itu masih ada dan akan selamanya ada untuk kita &amp;nbsp;Tuhan ada untuk memberi jalan keluar atas persoalan hidup kita. Tenangkan hati untuk mendengar Tuhan berbisik dan menepuk bahu kita. Jangan percaya pada pengertian kita sendiri, itu sumber kekhawatiran dan keraguan. Permasalahan hidup adalah untuk mendekatkan kita kepada Tuhan dan menguatkan iman kita.(Neindra)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-5720917012952281052?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/5720917012952281052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/masih-ada-jalan-keluar_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/5720917012952281052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/5720917012952281052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/masih-ada-jalan-keluar_24.html' title='Masih Ada Jalan Keluar'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-1909382959765111521</id><published>2010-11-24T00:32:00.001-08:00</published><updated>2010-11-24T00:32:54.469-08:00</updated><title type='text'>Persepakatan Atau Persekongkolan</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; mso-para-margin:0mm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;i&gt;Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;( Mat. 28:11-15)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Adanya kumpulan orang memungkinkan terjadinya dua bentuk hubungan yakni konflik atau kesepakatan. Lebih jauh lagi, dua kemungkinan dalam kesepakatan yakni adalah kesepakatan untuk tujuan yang baik&amp;nbsp; dan sebaliknya untuk tujuan jahat, persekongkolan, konspirasi, atau plot. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Biasanya, motif yang melandasi persekongkolan adalah ambisi untuk menjatuhkan atau merugikan pihak lain sekaligus menguntungkan diri sendiri. Demi sekedar menyelamatkan muka, demi mempertahankan pamor,&amp;nbsp; maka tidak tanggung-tanggung para imam kepala dan tua-tua serta sedadu membuat persekongkolan yang berdampak amat dahsyat yakni mencemarkan keilahian Kristus sekaligus menyesatkan banyak orang hingga masa kini (tidak hanya di saat ditulisnya Injil Matius ini). Tidak mengherankan jika banyak orang di masa kini menyangsikan kebangkitan Kristus dari maut, karena para saksi itu justru membuat kesaksian dusta.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sungguh tragis, sebelum disalib Yesuspun telah menjadi korban persekongkolan yang melibatkan Yudas Iskariot, murid yang seharusnya mendukung Gurunya. Setelah Yesus disalib, persekongkolan masih berlanjut, dilakukan oleh pemimpin agama yang seharusnya memberi teladan yang baik. Persekongkolan juga melibatkan serdadu yang dilatih dan terlatih untuk membela kebenaran, bukan untuk menerima uang suap. Dengan demikian, siapapun orangnya akan mudah sekali untuk terbuai oleh &amp;nbsp;keuntungan dari persekongkolan. Persekongkolan ialah cara yang relatif praktis (dan curang) untuk pencapaian tujuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Gagasan persekongkolan tercetus begitu saja tanpa memikirkan akibatnya. Dalam persekongkolan terjadi juga pemaksaan kehendak. Di ayat 13&amp;nbsp; Imam kepala berkata&amp;nbsp; "&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“. Konspirator jarang memikirkan akibat dari persekongkolan yang mereka buat karena sejak awal mereka tidak menghormati moralitas. Yang menjadi fokus pelaku persekongkolan adalah bagaimana seefektif dan seefisien mungkin mencapai tujuan yang diharapkan, tanpa mempertimbangkan benar-tidaknya cara itu. Terbukti bahwa persekongkolan selalu memutarbalikkan fakta, mengaburkan kebenaran, serta mempraktikkan kebohongan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Setiap orang percaya yang juga adalah bagian dari kelompok masyarakat hendaknya waspada dan berhati-hati saat memasuki lapangan sosial yang menghubungkan diri-sendiri dengan orang-orang di sekitar. Tanpa kita sadari dan tanpa kita sengaja, baik secara langsung atau tidak, lingkungan kita sering mempengaruhi kita untuk masuk kedalam sistem persekongkolan yang merugikan pihak lain. Konspirasi, persekongkolan, kongkalikong cenderung sudah menjadi bentuk hubungan yang wajar dalam lingkungan sosial. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Penting sekali bagi setiap orang percaya untuk sadar dan terjaga saat ia berada dalam kumpulan orang banyak. Jika ia berada dalam kumpulan orang percaya, maka hal itu tidak mengkhawatirkan, karena kumpulan orang percaya adalah kumpulan yang dilandasi oleh kehadiran Kristus di tengah-tengah mereka (Mat. 18:20). Sebaliknya, kumpulan plural adalah kumpulan yang memiliki lebih besar pengaruh bagi anggota di dalamnya. Sangat disayangkan jika orang percaya justru terpengaruh oleh faktor eksternal. Sudah seharusnya, faktor internal dalam diri orang percaya diberdayakan untuk mengantisipasi pengaruh-pengaruh eksternal yang berusaha menaklukkan faktor internal orang percaya. (Yanroes) BM 256.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-1909382959765111521?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/1909382959765111521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/persepakatan-atau-persekongkolan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/1909382959765111521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/1909382959765111521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/persepakatan-atau-persekongkolan.html' title='Persepakatan Atau Persekongkolan'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-9122246571505305983</id><published>2010-11-23T23:24:00.000-08:00</published><updated>2010-11-26T20:16:54.388-08:00</updated><title type='text'>Karena Kita Ini Buatan Allah</title><content type='html'>&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2:10).&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Kita seharusnya bangga karena Allah sengaja menghadirkan kita ke dunia untuk melakukan kehendakNya yang mulia. Allah berprakarsa dan menyimpan maksud&amp;nbsp; atas&amp;nbsp; hidup kita. &lt;br /&gt;Dan maksud itu tidak lain adalah supaya kita melakukan yang baik menurut takaran yang Allah tentukan. Kita diciptakan oleh Allah yang sama, tetapi kita memiliki kepribadian yang berbeda. Kepribadian yang berbeda inilah yang menandakan kesungguhan Allah dalam menciptakan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Jika Allah tidak secara serius dalam menciptakan kita, maka Ia tidak akan susah-susah mengukir kepribadian manusia sehingga kepribadian tersebut akan sama atau paling tidak mirip antara yang satu dengan yang lain. Menciptakan pribadi yang berbeda malah menyulitkan Allah sendiri. Kalau Allah tidak mau repot-repot dalam menciptakan manusia, maka Ia akan membuat manusia berpribadi sama dengan temperamen yang sama. Sebaliknya, apa yang ditemukan atau diciptakan manusia cenderung menjadi suatu produk yang berkarakter dan spesikfikasi yang sama. Akan tetapi, apapun keberbedaan ktia,&amp;nbsp; Allah menghendaki supaya kita tetap mencerminkan citra Allah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Yang kedua adalah bahwa kita harus mengenali diri kita sendiri. Dalam&amp;nbsp; suratnya&amp;nbsp; Kepada Jemaat di Efesus,&amp;nbsp; Rasul Paulus menasihatkan supaya setiap orang terus menghayati keberadaan dirinya sendiri bukannya bersusah payah untuk menjadi sama seperti orang lain. Yang utama dari hal ini adalah mengenal dirinya sendiri sebagai &lt;i&gt;buatan Allah yang diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik&lt;/i&gt;. Mengenali diri sendiri juga berarti bahwa setiap orang percaya harus menyadari kemampuan dan peranannya masing-masing. &lt;br /&gt;Kristus adalah kepala bagi jemaat sedangkan jemaat adalah tubuh yang memiliki berbagai anggota. Allah berkehendak supaya anggota-anggota tubuh itu berfungsi dan bergerak sebagaimana seharusnya mereka berperan di bawah kendali kepala. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Kalau para anggota tubuh misalnya tangan ingin menjadi seperti kaki dan sebaliknya, pasti ada sesuatu yang salah dan akan mengakibatkan kesalahan pula. Yang harus kita contoh dari orang lain adalah hakikat keteladanan dan sifat baik mereka, tetapi itu tidak berarti bahwa kita harus menempatkan diri kita pada tempat dan keadaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Yang ketiga adalah bahwa Pandangan Kita atas diri kita haruslah menurut ukuran Allah. &lt;br /&gt;Pandangan kita atas diri sendiri akan sangat mempengaruhi semua bidang kehidupan kita. Kalau pandangan kita atas diri kita sendiri berdasarkan firman Tuhan, maka kehidupan kita akan berharga bagiNya. Prinsip yang menjadi standard dunia berkata bahwa nilai seseorang ditentukan oleh kekayaan, jabatan atau pekerjaan orang itu. &amp;nbsp;Kalau jabatan atau pekerjaan berubah, nilai manusia juga&amp;nbsp; akan berubah.&amp;nbsp; Karena itu, kalau kita mengikuti filsafat dunia ini, nilai kita&amp;nbsp; akan berubah setiap kali keadaan kita berubah. Dengan demikian pandangan&amp;nbsp; kita atas diri sendiri sangat tidak stabil.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Allah mengasihi kita sebagaimana kita adanya, entah kita kaya atau miskin, pintar atau tidak, kuat atau lemah. Nilai kita&amp;nbsp; dihadapan-Nya tidak ditentukan oleh perubahan yang terjadi dalam diri&amp;nbsp; kita, atau di sekitar kita. Oleh karena itu setiap orang percaya harus menerima diri kita sebagaimana&amp;nbsp; adanya sama seperti Allah yang selalu menghargai keberadaan kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Yang keempat adalah bahwa kita harus Menerima Diri Sendiri. Setiap orang diciptakan Allah secara unik dan masing-masing mempunyai kelebihan, keterbatasan&amp;nbsp; dan kekurangan masing-masing.&amp;nbsp; Tidak ada seorang pun yang sempurna selain Yesus! Sering kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Bila kita berbuat demikian, maka ada dua&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kemungkinan yang terjadi: kita akan merasa lebih baik daripada orang lain sehingga kita menjadi sombong, jauh dari rendah hati. Kemungkinan yang kedua adalah bahwa kita akan merasa lebih rendah daripada orang lain sehingga kita kehilangan rasa harga diri.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Mustahil seseorang bisa sombong dan rendah hati pada saat yang sama.&amp;nbsp; Ujung atau kaitan langsung dari meninggikan diri sendiri adalah merendahkan orang lain. Rasa puas dan bermegah dalam Kristus atas apa yang kita miliki atau atas apa yang kita capai menimbulkan dorongan untuk semakin maju. Sebaliknya, kesombongan dan rendah diri menjadikan kita makin mundur atau bahkan memundurkan seseama kita. &amp;nbsp;(Fanyaze-BM Edisi 255 Jan-Maret 2003)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-9122246571505305983?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/9122246571505305983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/karena-kita-ini-buatan-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/9122246571505305983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/9122246571505305983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/karena-kita-ini-buatan-allah.html' title='Karena Kita Ini Buatan Allah'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-7153298618266257121</id><published>2010-11-23T23:11:00.000-08:00</published><updated>2010-11-26T20:24:08.540-08:00</updated><title type='text'>Gagak - Gagak itu, Ternyata Tidak Tamak, Lho!</title><content type='html'>&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;a href="" name="4631261204221617408"&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;(1Raj.17:6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Kalau saja semua orang mencontoh burung-burung gagak itu maka kecil sekali kemungkinan terjadinya berbagai penyimpangan finansial alias korupsi di negeri ini. Mengapa? Burung‑burung gagak yang sering dianggap sebagai burung liar ini tidak menganggap bahwa makanan berupa roti dan daging yang mereka peroleh itu untuk diri mereka sendiri.&amp;nbsp; Dengan kata lain,&amp;nbsp; mereka tahu yang mana atau seberapa yang menjadi haknya.&amp;nbsp; Hal ini bukan berarti bahwa burung‑burung itu memberi Elia sisa dari yang mereka makan. Tidak diceritakan secara teknis bagaimana penyaluran makanan tersebut,&amp;nbsp; tapi dipastikan bahwa burung itu dengan sengaja membagi sesuai porsinya. Mereka mengambil yang menjadi haknya dan memberikan porsi yang lain untuk hamba Allah. Menakjubkan bukan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Dari kisah tersebut timbullah pertanyaan, bagaimana mungkin hal itu terjadi? Bagaimana mungkin burung bisa bertindak seperti (bahkan lebih baik)&amp;nbsp; dari manusia. Secara alami, burung hanya akan memikirkan sesama spesiesnya. Jawabnya sederhana,&amp;nbsp; karena burung itu diperintahkan oleh Tuhan (burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana." ayat 4). Oleh kuasa‑Nya, Allah memampukan burung itu untuk berbuat seperti manusia. Bahkan bisa dikatakan perbuatan burung itu lebih baik dari perbuatan sebagian manusia&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang adalah ciptaan tertinggi dari Allah. Banyak orang berdiam diri melihat kesusahan saudaranya. Lebih memprihatinkan karena tidak jarang dan tidak sedikit manusia menyakiti dan merugikan sesamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Dalam hal motivasi, dipastikan bahwa gagak-gagak itu tidak memiliki pamrih saat mereka melakukan kebaikan terhadap Elia. Mereka tidak mengharapkan apapun sebagai balasan atas kebaikan yang mereka lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Kebaikan seperti ini hendaknya menjadi keteladanan di saat tidak banyak situasi dan kondisi yang memungkinkan bagi orang untuk melakukan kebaikan tersebut. Inilah saat bagi setiap orang percaya untuk menyadari panggilannya sebagai utusan kasih sorgawi bagi&amp;nbsp; jiwa‑jiwa yang terhilang dan bagi mereka yang mengalami kekurangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Nampaklah jelas bahwa kebaikan burung itu terjadi hanya oleh karena burung itu bertindak sebagaimana yang diperintahkan Allah. Perbuatan burung itu memberi manfaat bagi Elia. Ini merupakan sesuatu yang indah untuk direnungkan. Secara visual,&amp;nbsp; itu juga merupakan pemandangan yang indah untuk disaksikan. Hal yang sama juga harus terjadi dalam kehidupan orang percaya. Untuk bisa mendatangkan hal‑hal yang indah, seseorang harus melakukan perintah Allah. Kebaikan harus dilakukan karena itu merupakan perintah Allah, bukan karena pamrih. Mernang itulah kewajiban kita sebagai manusia, yaitu berbuat kebaikan. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(Rev. J.H. Lesnussa-Berita Mimbar Magazine)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-7153298618266257121?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/7153298618266257121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/membelokkan-kegagalan-menjadi-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/7153298618266257121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/7153298618266257121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/membelokkan-kegagalan-menjadi-sukses.html' title='Gagak - Gagak itu, Ternyata Tidak Tamak, Lho!'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-198312671954329665</id><published>2010-11-23T22:53:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T22:53:14.123-08:00</updated><title type='text'>Jangan Beralih Dari Jejak Semula</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; mso-para-margin:0mm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ada kisah tentang seekor anjing pemburu yang suatu hari melacak jejak seekor rusa. Tetapi setelah beberapa saat&amp;nbsp; lamanya setelah tak ada tanda-tanda&amp;nbsp; munculnya rusa, anjing pemburu mengalihkan perhatiannya pada jejak yang dirasa lebih baru, yaitu jejak seekor rubah. Saat mulai melacak rubah, anjing pemburu yakin bahwa ia akan dapat menangkap rubah. Selama usaha pelacakan itu ia menemukan adanya jejak hewan lain yaitu jejak seekor kelinci.&amp;nbsp; Jadi, dari jam ke jam anjing pemburu hanya lalu-lalang tanpa sasaran yang pasti. Ia mengakhiri hari itu hanya dengan menggali sebuah lubang tikus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Maksud-Maksud Yang Baik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ada banyak orang yang menghabiskan waktunya seperti yang dilakukan anjing pemburu dalam kisah singkat di atas. Mereka memulai tahun baru dengan maksud-maksud yang baik dan berharap dapat mencapai banyak hal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tetapi itu tak lama sampai sesuatu atau&amp;nbsp; hal lainnya mengalihkan perhatiannya sehingga mereka beralih ke jejak yang lain. Mereka tergoda untuk melacak jejak lain yang sama sekali belum pernah masuk dalam rencana mereka. Hal ini berlangsung berulang-ulang sepanjang tahun dan ketika tahun berakhir mereka menyadari bahwa mereka sama sekali tidak mencapai tujuan semula. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ketekunan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dalam dunia bisnis, orang yang sukses harus memiliki program dan mengarahkan pandangannya pada program itu. Dalam zaman spesialisasi, orang yang memiliki keahlian setengah-setengah dan tidak mumpuni dalam segala hal, maka orang tersebut akan selalu berganti pekerjaan dan tidak beroleh tempat. Dibutuhkan ketekunan dan&amp;nbsp; pantang menyerah bukannya keputus-asaan untuk menyelesaikan pekerjaan dan cita-cita yang berharga. Dikisahkan bahwa Edison mengerjakan eksperimennya lebih dari seratus kali sebelum akhirnya lampu listrik disempurnakan. Dia tekun untuk melakukan sesuatu sesuai tujuannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Waspadalah Akan Adanya Godaan!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Barangkali saja sebagian di antara orang muda mengawali tahun dengan keinginan untuk bergabung dengan kelompok pelayanan di gereja, misalnya kelompok Bible Studi. Mereka tergerak untuk dan berharap untuk menuai sukses di akhir tahun pelayanan. Tetapi, tak lama kemudian ada organisasi dan kelompok lain menawari mereka untuk menjadi anggota komunitas tersebut. Kebetulan para orang muda itu beranggapan bahwa pelayanan di gereja menuntut tanggung jawab dan usaha yang besar, maka mereka tergoda untuk mengabaikan pelayanan itu dan beralih ke jejak yang baru.&amp;nbsp; Memang benar bahwa hal-hal yang menarik adalah hal-hal yang nampak bagus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tetapi itu tak lama sampai sesuatu atau&amp;nbsp; hal lainnya mengalihkan perhatiannya sehingga mereka beralih ke jejak yang lain. Mereka tergoda untuk melacak jejak lain yang sama sekali belum pernah masuk dalam rencana mereka. Hal ini berlangsung berulang-ulang sepanjang tahun dan ketika tahun berakhir mereka menyadari bahwa mereka sama sekali tidak mencapai tujuan semula. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Ketekunan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dalam dunia bisnis, orang yang sukses harus memiliki program dan mengarahkan pandangannya pada program itu. Dalam zaman spesialisasi, orang yang memiliki keahlian setengah-setengah dan tidak mumpuni dalam segala hal, maka orang tersebut akan selalu berganti pekerjaan dan tidak beroleh tempat. Dibutuhkan ketekunan dan&amp;nbsp; pantang menyerah bukannya keputus-asaan untuk menyelesaikan pekerjaan dan cita-cita yang berharga. Dikisahkan bahwa Edison mengerjakan eksperimennya lebih dari seratus kali sebelum akhirnya lampu listrik disempurnakan. Dia tekun untuk melakukan sesuatu sesuai tujuannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Waspadalah Akan Adanya Godaan!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Barangkali saja sebagian di antara orang muda mengawali tahun dengan keinginan untuk bergabung dengan kelompok pelayanan di gereja, misalnya kelompok Bible Studi. Mereka tergerak untuk dan berharap untuk menuai sukses di akhir tahun pelayanan. Tetapi, tak lama kemudian ada organisasi dan kelompok lain menawari mereka untuk menjadi anggota komunitas tersebut. Kebetulan para orang muda itu beranggapan bahwa pelayanan di gereja menuntut tanggung jawab dan usaha yang besar, maka mereka tergoda untuk mengabaikan pelayanan itu dan beralih ke jejak yang baru.&amp;nbsp; Memang benar bahwa hal-hal yang menarik adalah hal-hal yang nampak bagus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-198312671954329665?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/198312671954329665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/jangan-beralih-dari-jejak-semula.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/198312671954329665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/198312671954329665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/jangan-beralih-dari-jejak-semula.html' title='Jangan Beralih Dari Jejak Semula'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-4645498440651578022</id><published>2010-11-21T02:17:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T02:17:38.522-08:00</updated><title type='text'>Masih Ada Jalan Keluar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Lukas 7:11&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;....13&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, .....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Peristiwa mati itu sudah terjadi. Kesedihan itu sudah terjadi. Masalah atau persoalan hidup itu sudah terjadi. Kalau dikatakan bahwa manusia itu hidup untuk mati atau hidup itu bermuara kepada mati, berarti puncak persoalan kehidupan itu sudah terjadi. Hal yang logis adalah Semua orang akan mengalami kematian dan semua orang bisa mengalami kesedihan. Tetapi hal yang logis pula bahwa kita pantas meminta pertolongan Tuhan Yesus karena hati-Nya mudah digerakkan oleh belas kasihan dan Ia memang mampu memberi jalan keluar atas segala permasalahan kita bahkan ketika permasalahan itu sudah memuncak. Kalau Ia bisa membangunkan orang mati berarti Ia bisa melakukan apa saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Di luar sana, orang sudah menganggap Tuhan itu tidak ada. Mereka membunuh Tuhan dengan pikiranNya. Orang sangat memandang hina dan sinis dan mengatakan orang Kristen adalah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;manusia primitif. Mereka tidak sadar&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa sesungguhnya merekalah yang patut dikasihani. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;KETENANGAN HATI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(1Petrus 4:7)&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Akankah hati kita akan ikut mengamuk saat badai mengamuk dalam kehidupan kita? rupanya Tuhan tidak pernah menjawab doa kita saat hati kita masih bergejolak tidak tenang, bahkan terang2an memprotes Tuhan. Tapi dalam ketenanganlah Tuhan berbisik kepada kita untuk mengatakan Jangan Takut Aku akan akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;.” (1Kor. 10:13)&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;JALAN KELUAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Saat kita tidak tenang, kita tidak bisa melihat jalan keluar. Saat kita tenang, kita menjadi sadar bahwa jalan keluar itu ada di dalam Yesus. Pencobaan datang dan pergi (bertubi-tubi, susul menyusul tidak pernah diduga). Pencobaan yang datang itu bisa makin menguat dan makin berat atau bisa juga kuat lemahnya itu fluktuatif.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sebagai manusia, kita merasa diri kita adalah sosok paling rasional. Oleh karenanya, hal-hal yang ada di luar pengetahuan kita cenderung kita anggap omong kosong. Beberapa kali, dalam Alkitab kita menjumpai Tuhan yang seakan-akan hendak meruntuhkan kesombongan logika manusia. Daud-seorang anak tanpa pengalaman perang-mengalahkan Goliat; Nuh membangun bahtera di tengah musim yang sedang kering; &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Wah Perkembangannya sudah separah ini, mana mungkin dapat diperbaiki. Dokter berkata begini, ahli ekonomi menyimpulkan begitu, ahli hukum berpendapat demikian, pendapat orang pintar lebih menakutkan lagi”. Pernahkah kita bertanya kepada Sang Ahli Sejati.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Badai bisa mengamuk kepada siapa saja, baik di tempat kerja, di rumah tangga, di bangku pendidikan dll. Badai itu seolah-olah akan meruntuhkan karir, reputasi, keutuhan rumah tangga, prestasi akademis dll. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Apa yang terjadi jika logika kita menyimpulkan adanya jalan buntu berupa tembok yang tinggi yang tidak mungkin kita lompati. Itulah saatnya logika/pikiran&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;membunuh hati dan merontokkan iman. Pikiran memberi sinyal ke hati dengan mempropagandakan adanya sesuatu yang harus kita kuatirkan. Itulah suatu momen yang disebut sebagai matinya iman kita sekaligus tumbuhnya benih keraguan. Dalam keadaan seperti ini, kita akan sakit kepala memikirkan masalah itu, kita tidak lagi mampu memikirkan hal-hal kecil di luar masalah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Mempercayai hal yang tidak masuk akal itu masih masuk akal selama itu didasarkan pada Firman Tuhan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ibr 11:1&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Dalam kehidupan iman, kita akan banyak &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;terlibat dalam kehidupan yang tidak masuk akal. Dan kita akan terombang-ambing jika jika kita tidak memasrahkan hal yang tidak masuk akal tersebut kepada Tuhan kita. Saat hati tidak tenang, logika akan tampil menonjol.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Seringkali kita mengharapkan Mukjizat dengan menghindari masalah. Padahal mujizat tidak mungkin datang kalau tidak ada masalah. Besar kecil mujizat juga tergantung besar kecilnya persoalan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;REALITAS KEHIDUPAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Faktanya, ada orang yang sudah setiap saat berdoa untuk keselamatan dalam perjalanan hidupnya. Tapi fakta berikutnya, orang tersebut tetap saja mengalami kecelakaan dalam perjalanan kehidupan. Tapi fakta yang pasti adalah bahwa hal itu pasti terjadi seijin dan sepengetahuan Tuhan. Karena Tuhan mengijinkan dan tahu hal itu terjadi, maka Tuhan akan mendengarkan seruan doanya. Bukan tanpa maksud apa-apa jika Tuhan mengijinkan apapun terjadi dalam hidup kita. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dia adalah Allah yang bertanggung jawab atas hidup kita. Di dalam Dia pengharapan tidak pernah mengecewakan. Allah kita bukanlah tipe yang suka meninggalkan tanggungjawab. Faktanya kita sudah ketabrak, dihantam, tertekan, tapi pasti Ia sediakan jalan keluar. Dia tahu kapan saatnya kita berada dalam batas kekuatan kita. Inti dari hal tentang iman adalah meyakinkan Yesus bahwa kita memiliki iman kepada-Nya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Ketika Yesus &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;melihat iman mereka&lt;/b&gt;, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(LuK 5:20). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Akhirnya, sadarilah bahwa Tuhan itu masih ada dan akan selamanya ada untuk kita &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Tuhan ada untuk memberi jalan keluar atas persoalan hidup kita. Tenangkan hati untuk mendengar Tuhan berbisik dan menepuk bahu kita. Jangan percaya pada pengertian kita sendiri, itu sumber kekhawatiran dan keraguan. Permasalahan hidup adalah untuk mendekatkan kita kepada Tuhan dan menguatkan iman kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 11pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-4645498440651578022?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/4645498440651578022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/masih-ada-jalan-keluar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/4645498440651578022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/4645498440651578022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/masih-ada-jalan-keluar.html' title='Masih Ada Jalan Keluar'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-6956585327503781870</id><published>2010-11-07T19:20:00.000-08:00</published><updated>2010-11-15T06:31:56.737-08:00</updated><title type='text'>Batas-Batas Pengetahuan Manusia</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;“….. dipercayakan rahasia Allah “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;(I Korintus 4:1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Alkitab mengatakan kepada kita bahwa tidak ada seorang pun yang dapat berdalih bahwa ia tidak mengenal Allah, karena Ia dengan jelas dapat dikenali dalam ciptaan-Nya [Roma 1:20]. Dan dengan cara yang sama pembaharuan jiwa dapat dikenali oleh orang lain melalui melihat buah-buah dalam kehidupan seseorang itu. Siapakah Allah itu? Tidak seorang pun yang dapat dengan memadai mendefinisikan sifat-sifat-Nya. Apa itu pembaharuan? Tidak seorangpun dapat mendifinisikan dalam sifat-sifatnya kecuali dengan akibat akhir dalam kehidupan seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Seorang guru misionaris menceritakan ihwal seorang perempuan Jepang yang bertanya kepadanya bagaimana sekiranya gadis-gadis yang cantik yang diterima oleh sekolahnya. “Mengapa tidak?” timpalnya, “Kami menerima semua gadis yang datang kepada kami.” “Tetapi” lanjut perempuan itu,”seluruh gadis anda nampak sangat cantik” “Itu karena kami mengajarkan kepada mereka nilai jiwa mereka dalam pandangan Allah,” guru itu menjelaskan ,”dan itulah yang membuat wajah mereka kelihatan begitu cantik” “Baiklah” kata perempuan Jepang itu,” Saya tidak mau anak perempuan saya menjadi seorang Kristen, tetapi saya ingin mengirim anak perempuan saya itu ke sekolah anda supaya hal yang sama juga nampak pada wajahnya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Kita tahu bahwa seseorang yang telah lahir kembali, bukan karena kita dapat menemukan kebenaran atau kenyataan pembaharuan itu pada suatu tempat pada tubuh mereka, tetapi karena kita dapat melihat buah-buah Roh yang membaharui mereka. Kita menanam benih di dalam tanah dan pada waktunya kita melihat pohon. Kita tidak dapat benar-benar menjelaskan proses itu, tetapi kita dapat melihat hasilnya. Hal itu merupakan suatu misteri namun suatu kebenaran yang nyata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Kebangkitan dari kematian merupakan fakta lain atau pernyataan lain yang nampak bertentangan dengan pengalaman kita. Kuasa yang sama yang telah membentuk tubuh kita. Itu merupakan cara kerja Allah yang jauh melampaui kuasa manusia, mengatasi akal budi manusia. Itu merupakan bidang kerja Allah ke dalam mana kita tidak dapat masuk, dan jalan itu akan disempurnakan di antara rahasia-rahasia Allah sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Ttanaman itu muncul, bertumbuh, menguncup, berbunga, dan memberikan buah; bahwa buah ini, jatuh ke bumi, dan menjadi rusak dan mati dan pasti hidup kembali, melestarikan keberadaannya, itu merupakan fakta yang akrab dengan semua kita. Tetapi itu tidak lebih kurang menakjubkan dan mengherankan. Hal itu merupakan misteri yang besar dalam proses dengan mana perubahan bentuk ini disempurnakan. Itu merupakan misteri besar sebagaimana yang terjadi dengan kebangkitan tubuh manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Kesulitan dalam kasus tanaman tidak akan cukup untuk menyebabkan saya untuk menyangsikannya dalam hal bukti pengertian saya. Tak ada misteri yang menyangkut kebangkitan tubuh tidak akan cukup untuk menyebabkan saya menyebut Allah sebagai pendusta, atau untuk mencoba menaruh batas antara apa yang mungkin dan apa yang tidak mungkin. Saya tahu bahwa sama-sama mudah bagi Allah untuk menciptakan jagat besar sebagaimana Ia menciptakan serangga yang paling kecil yang mengapung di udara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Kita tidak seharusnya memperkecil unsur-unsur misteri yang mengiringi pewahyuan, karena misteri itu benar-benar cenderung untuk menambah kemukjijatan Injil. Sasaran Injil adalah mendamaikan manusia kepada Allah—tentu saja tidak dalam hubungan yang sama, tetapi sebagai pelaku pemberontakan diperdamaikan kepada pemerintahnya yang sangat ramah, pendosa yang bersalah kepada Penciptanya. Injil menyempurnakan hal ini dengan mewahyukan sifat-sifat Allah, dengan membuatnya dapat dikenali . Itulah sebabnya Injil disebut sebagai kuasa dan hikmat Allah, karena ia secara gamblang memperlihatkan sifat-sifat tabiat-Nya. Injil memperkenalkan Allah sebagai satu-satunya sasaran ibadat yang benar. Injil memperbaharui manusia pada posisi itu dalam mana dapat memanjatkan ibadat dan ketaatan yang dapat diterima. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Fakta dalam mana doktrin ini diletakan harus benar nyata dan tak dapat disangkal. Tetapi alasan doktrin ini, dan jauhnya serta hubungan selanjutnya, barangkali disembunyikan dari pandangan kita. Allah adalah sembahan semesta yang layak, dan ini artinya bahwa pikiran kita harus menghormati Dia dengan perasaan kagum dan heran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Memantapkan perasaan kagum dan takzim merupakan hal yang esensial untuk ibadah, kita harus mempunyai kesadaran akan kerendahan hati kita sendiri, dan suatu keyakinan yang dalam bahwa ada sesuatu yang agung dan mulia dalam sasaran ibadat secara tak terbatas di atas konsepsi kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Makin dengan jelas kita menyadari batas-batas pengetahuan kita dalam setiap arahan semakin dalam kesan kita akan kebesaran Allah, maka semakin dalam pula penghargaan kita akan eksistensi mereka yang telah menyebarluaskan pekerjaan-Nya di sekitar kita. Kita juga akan menerima kenyataan bahwa Dia telah mengelilingi dan melawat kita termasuk saat kita mengalamai masalah-masalah yang tidak dapat kita lihat. Oleh karena itu, Wahyu menyesuaikan dirinya sendiri kepada posisi kita. Ia merupakan pengatur bagi keadaan mental kita, dan bercampur dengan apa yang jelas dan dengan apa yang tidak jelas karena tidak meliputi pikiran kita yang terbatas, tetapi menuntun kita dalam jalan pengetahuan dan jalan kehidupan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;-Majalah Berita Mimbar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: right; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 9pt;"&gt;Spiros Zodhiates, Th.D &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; margin: 0mm 0mm 0pt; mso-line-height-rule: exactly; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-6956585327503781870?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/6956585327503781870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/batas-batas-pengetahuan-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/6956585327503781870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/6956585327503781870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/batas-batas-pengetahuan-manusia.html' title='Batas-Batas Pengetahuan Manusia'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-1455507292519258538</id><published>2010-11-06T08:57:00.000-07:00</published><updated>2011-12-20T07:59:10.237-08:00</updated><title type='text'>Memberdayakan Hati &amp; Pikiran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 34pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“&lt;i&gt;dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,&amp;nbsp; sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp; -&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kolose 1: 20-23&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 17pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Hati dan pikiran adalah dua hal yang harus ada dalam kepribadian manusia. Inilah yang harus kita sadari bahwa hati dan pikiran orang percaya harus diberdayakan, dimanfaatkan seluas-luasnya, semaksimal mungkin untuk kemuliaan Allah. Oleh karena itu, seharusnya tidak boleh ada lagi ungkapan yang mengatakan bahwa &lt;i&gt;pikiran adalah untuk pria dan perasaan adalah untuk wanita&lt;/i&gt;. Baik Pria maupun wanita harus menggunakan baik hati maupun pikirannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 17pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Kata &lt;i&gt;bertekun dalam iman &lt;/i&gt;di ayat 23 berarti &lt;i&gt;terus-menerus &lt;/i&gt;melakukan sesuatu termasuk tugas-tugas yang dipercayakan kepada orang percaya. Aktifitas yang terus menerus dan maksimal untuk tujuan kebaikan merupakan salah satu bentuk dari pemberdayaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 17pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Dahulu kita jauh dari Allah dan memusuhi Allah karena hati dan pikiran kita jahat sehingga kita menjahati Allah. Sumber dari setiap perbuatan jahat adalah hati dan pikiran yang jahat. Dalam iman Kristen, kejahatan terbesar yang tak terampunkan adalah hati dan pikiran yang jahat, yakni hati dan pikiran yang tidak mempercayai Yesus sebagai juru Selamat tetapi yang mempercayai perasaan dan pikirannya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 17pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Meskipun kita pernah membuat Allah tak berkenan, namun dijelaskan di ayat 22 betapa Allah mengasihi umat manusia, yang telah menjahati-Nya. Ia tidak serta merta membalas kejahatan manusia ciptaan-Nya, melainkan berinisiatif mengusahakan keselamatan bagi para ciptaan-Nya dengan mengutus Putra yang dikasihi-Nya untuk mendamaikan keretakan atau kerenggangan hubungan antara Allah dan manusia, yakni kerenggangan hubungan karena pemberontakan manusia melawan Allah. Oleh karena itu Yesus yang menjadi Pendamai ini kemudian dibuat&amp;nbsp; seolah-olah berbuat dosa karena menjadi manusia dan berbaur dengan manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-indent: 17pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Kini kita menjadi umat yang telah didamaikan. Hati dan pikiran harus diarahkan pada hal-hal yang benar. Fil. 4:8:&amp;nbsp; &lt;i&gt;Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.&amp;nbsp; Col 3:2:&amp;nbsp; Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;Hati dan pikrian harus diberdayakan. Mustahil adanya pemberdayaan sumber daya manusia tanpa pemberdayaan hati &amp;amp; pikiran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 17pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Dahulu kita hidup jauh dari Allah dan memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran kita seperti yang nyata dari perbuatan kita yang jahat. Kata “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;dahulu”&lt;/i&gt; merujuk pada masa lalu. Kalau kita bicara tentang masa lalu maka kita bicara masa yang telah lewat, yang ada baiknya kita lupakan. Memikirkan masa lalu bisa menghambat untuk maju. Masa lalu adalah benalu. “&lt;i&gt;sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita&lt;/i&gt;. (Maz. 103:12). Setiap orang memiliki masa lalu, dan masa lalu itu tidak seharusnya kita ungkit-ungkit, supaya tidak membuat siapapun sakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 17pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Ayat-ayat yang kita baca dari Kol 1:20-23 ini juga berbicara tentang semangat perdamaian. Allah yang dahulu dimusuhi memiliki semangat untuk berdamai dengan musuh-Nya, inilah yang disebut rekonsiliasi. Demikian juga, Yesus Kristus memiliki semangat untuk mendamaikan sengketa antara Bapa-Nya dengan umat manusia. Perdamaian dan Pendamaian. Demi berdamai dengan manusia, Allah Bapa mengorbankan Putra Tunggal-Nya Yesus Kristus, dan demi mendamaikan kedua belah pihak yang bersitegang, Yesus Kristus mengorbankan diri-Nya: Tubuhnya dan harga-diri-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 17pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Melalui karya Kristus perubahan luar biasa terjadi dalam hidup kita. Perubahan status dari pendosa menjadi orang benar harus diimbangi perubahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;hati dan pikiran kita. Hati dan pikiran inilah yang melatarbelakangi tutur-kata, sikap, dan perbuatan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Hati dan pikiran adalah bagian dari manusia sebagai pribadi. Cara kerja atau fungsi hati dan pikiran orang percaya harus dilandasi oleh motivasi yang benar sesuai dengan Pribadi yang berkuasa atas hati dan pikiran manusia, yakni Roh Kudus. &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Pemberdayaan hati dan pikiran tidak dimaksudkan untuk memperdayai pihak-pihak lain. Hati dan pikiran harus terus dirangsang dan peka untuk memikirkan hal-hal yang mulia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 17pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Memprihatinkan memang jika kita mendengar bahwa bangsa Indonesia yang dulunya terkenal dengan budaya santunnya kini menjadi negeri yang dikenal tidak lagi memiliki hati yang ramah dan akal yang sehat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Sejajar dengan iman yang harus dimurnikan, hati dan pikiran jemaat Kolose yang dahulunya berada pada arah yang salah juga harus diarahkan balik pada hal-hal yang benar. Memang kebenaran yang tersingkap itu menjadi pil pahit, namun tetap harus ditelan juga demi kesembuhan. Memang pahit bagi jemaat kolose untuk meninggalkan tradisi-tradisi termasuk filsafat yang mereka anut sekian lama. Memang begitulah pahitnya memurnikan hati dan merasionalkan pikiran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Hati dan pikiran harus dikembalikan kepada fungsi semula, yakni hati dan pikiran yang menggambarkan manusia sebagai citra Allah. Hati dan pikiran yang tidak lagi menjahati Allah adalah hati dan pikiran yang dikuasai oleh kuasa Roh Kudus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 17pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Hati dan pikiran adalah kekayaan terbesar yang harus kita pelihara. Banyak orang hancur hidupnya lantaran hati dan pikiran yang tak terurus sebagaimana mestinya. Keinginan, angan-angan, dan khayalan yang tak mulia, memboroskan energi&amp;nbsp; berujung pada penyesalan.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Banyak orang cenderung untuk tidak mau menggunakan baik hati dan pikiran yang merupakan anugerah Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 17pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Inilah saatnya untuk memadukan domain hati dan pikiran untuk hal-hal yang mulia. &lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 17pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana;"&gt;“bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Verdana;"&gt;, Dalam rangka itu, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Marilah kita gunakan hati dan pikiran kita untuk kemuliaan Tuhan. Berpartisipasi dalam kegiatan persekutuan orang percaya, ambil bagian dalam pelayanan, mengasihi Saudara seiman itulah wujud dari pemberdayaan hati dan pikiran. Kalau dalam 1Tes. 5:19&amp;nbsp; dinyatakan &lt;i&gt;Janganlah padamkan Roh&lt;/i&gt;,&amp;nbsp; maka putuskan untuk Jangan bunuh kreatifitas. Semakin hati dan pikiran diberdayakan, maka semakin terasahlah mereka. Sebaliknya, memanjakan hati dan pikiran, mengasihaninya, justru membuat keduanya tak berdaya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; –Soerjan, Berita Mimbar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-1455507292519258538?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/1455507292519258538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/memberdayakan-hati-dan-pikiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/1455507292519258538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/1455507292519258538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/memberdayakan-hati-dan-pikiran.html' title='Memberdayakan Hati &amp; Pikiran'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1365026785779462018.post-2869862458285323881</id><published>2010-11-06T08:46:00.001-07:00</published><updated>2010-11-15T06:30:40.815-08:00</updated><title type='text'>Peran Interaksi Sosial Orang Percaya</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 9pt; mso-bidi-font-size: 12.0pt;"&gt;Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 9pt; mso-bidi-font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(Yoh. 21:3). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana; font-size: 9pt; mso-bidi-font-size: 12.0pt;"&gt;Adalah keharusan bagi setiap orang, siapapun dia, untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berinteraksi dengan lingkungannya, termasuk dengan sesamanya. Dalam interaksi tersebut terjadilah situasi saling mempengaruhi. Simon Petrus berkata: &lt;i&gt;"Aku pergi menangkap ikan." &lt;/i&gt;Mereka menjawab&lt;i&gt;: "Kami pergi juga dengan engkau." &lt;/i&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Para murid ini berada dalam situasi yang sama, senasib sepenanggungan. Paska kematian Yesus, hidup mereka dicekam ketakutan luar biasa. Mereka masih trauma dengan kekejaman orang Yahudi dan tentara Romawi. Para murid juga tahu bahwa ketika menginterogasi Yesus, Imam Besar bertanya kepada Yesus tentang ajaran-Nya dan murid-murid-Nya. Orang-orang awam sipilpun mencurigai Petrus. Keluarga dari Maltus yang dipotong telinganya oleh petrus juga mencurigai Petrus. Itulah suasana ketakutan luar biasa. Itulah suasana dan situasi dimana Yesus tidak ada di tengah-tengah mereka. Demikian juga, mereka tereliminasi secara sosial. Mereka dikucilkan dari pergaulan masyarakat. Mereka takut kepada orang banyak. Sepeninggalan Yesus, para murid itu kalang-kabut bagaikan anak ayam kehilangan induk. Tidak ada lagi panutan, tidak ada lagi figur yang bisa mereka jadikan tempat memperoleh kekuatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana; font-size: 9pt; mso-bidi-font-size: 12.0pt;"&gt;Lebih celaka lagi, tanpa hadirat Kristus mereka dibutakan secara rohani. Karena kebutaan rohani, Simon Petrus berinisiatif untuk menangkap ikan. Demikian pula, para koleganya terpengaruh dengan apa yang akan dilakukan Simon Petrus, menjala ikan. Sebelumnya, begitu turun gunung, Yesus menjumpai murid-murid pertama dan menetapkan mereka menjadi pejala manusia, beralih dari profesi menjala ikan. Seolah-olah mereka melupakan hal itu. Rancangan Yesus adalah bahwa mereka harus beralih profesi dari menjala ikan menjadi menjala manusia. Kalaupun mereka kembali kepada profesi yang lama, itu pasti ada hal-hal yang tidak semestinya. Hal itu pasti disebabkan tidak adanya keterlibatan Yesus di tengah-tengah mereka. Memang ayat ini tidak boleh diartikan bahwa semua penjala ikan itu tidak baik atau sebaliknya penjala manusia itu mesti baik. Yang perlu ditekankan di sini adalah pesan yang mengatakan bahwa setiap orang harus ingat dan sadar akan panggilan Allah, yakni melayani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0mm 0mm 0pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana; font-size: 9pt; mso-bidi-font-size: 12.0pt;"&gt;Demikianlah yang akan terjadi jika kita tidak mengundang Yesus ke dalam persekutuan kita. Tanpa adanya Yesus di tengah-tengah persekutuan kita maka ada kemungkinan kita memberi pengaruh yang tidak semestinya kepada orang lain atau sebaliknya menerima pengaruh yang tak semestinya dari orang lain. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;–Berita Mimbar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1365026785779462018-2869862458285323881?l=majalahberitamimbar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/feeds/2869862458285323881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/peran-interaksi-sosial-orang-percaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/2869862458285323881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1365026785779462018/posts/default/2869862458285323881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahberitamimbar.blogspot.com/2010/11/peran-interaksi-sosial-orang-percaya.html' title='Peran Interaksi Sosial Orang Percaya'/><author><name>Berita Mimbar Online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18155093837751939022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_Mlj2ln54cwA/TNVmED-B0hI/AAAAAAAAAAM/Dsjz4TS0rWE/S220/Buka-mulut-lebar2-cover-BM.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
